Avengers Endgame

AVENGERS ENDGAME durasinya tiga jam lho

WHAT??

Itu yang pertama kali terlintas di benak gw saat mendengar bahwa film yang gw tunggu – tunggu sejak Infinity War akan ditayangkan selama tiga jam di bioskop. Tidak tanggung – tanggung, beberapa bioskop bahkan menayangkannya selama 24 jam.

Baiquelah.

irn

Kenapa sih orang – orang harus menonton film yang satu ini? Kenapa kok film ini kayaknya kekinian banget sampai kalian tidak boleh melewatkannya? Berikut menurut gw alasan mengapa harus menonton Avengers Endgame.

  1. Kau adalah pecinta MCU yang tidak pernah melewatkan film – film keluaran MCU sejak Phase 1.
  2. Kau sudah menonton Avengers Infinity War dan untuk mengetahui akhirnya kau harus melihat Avengers Endgame.
  3. Kau harus melihat dengan mata kepala sendiri bahwa selain Shah Rukh Khan dan Keanu Reeves, Chris Evans adalah vampir yang sesungguhnya.
  4. Konon akan ada yang mati di seri yang satu ini. Aduh hati akika lembut ga kuat dibuatnya. Ga rela berpisah dengan satupun pemeran di Avengers. Di twitter udah mulai lempar – lemparan tebakan tuh sejak Hulk menyatakan mungkin dia yang akan mati di Avengers Endgame.
  5. Mengikuti MCU selama sebelas tahun terakhir, bertumbuh dewasa dengan tokoh – tokohnya, percayalah bahwa sisi emosional kita akan diuji di film ini.
  6. Malam mingguan ama pacar.
  7. Kalau ga ada pacar ama temen juga boleh.
  8. Karena kalau ga nonton dianggap ga kekinian.
  9. Sebagai penutup dari seri The Avengers yang konon tidak akan dibuat lagi, mengulik sisi emosional dari para tokohnya.
  10. Pokoknya menurut gw dengan alasan apapun, film ini sangat layak untuk ditonton.

Gw sendiri sebagai seorang pecinta MCU alias Marvel Cinematic Universe tidak mau ketinggalan. Begitu release di XXI untuk pembelian tiket in advance untuk film ini, gw langsung memesan tiket untuk penayangan pukul 21:30. Pas gw beli masih sepi, ga lama kemudian udah lumayan rame. Hingga hari H gw nonton, gw masih sempat mengecek tempat duduk yang tersisa. Hanya sisa tempat duduk paling depan. Pas nonton, ternyata tempat duduk paling depan pun terjual. Sakit sakit dah itu leher.

Di XXI sendiri dijual merchandise untuk film Avenger ini. Lucu banget gemesh pengen beli tapi mahal. Satunya dihargai Rp 110.000,- termasuk ice lemon tea. Mr. Y ada nawarin mau beli ngga, tapi gw ga beli lah. Mahal banget. Tapi bagi yang suka koleksi merchandise seperti ini, worth to buy sih karena menggemaskan.

Me : Kamu tahu ga hari ini aku pakai softex

Mr. Y : Mang kamu lagi dapet

Me : Ngga. Ntar kalo di tengah film aku kebelet tar pipis di softex dulu HUAHAHHAHAA

Baiquelah

Btw kalau ada satu hal yang bikin gw kesal adalah, tiga jam sebelum gw menonton film ini, gw baca comment orang di instagram. Dan ada yang kasih spoiler di comment itu. Kesel banget sih itu orang kurang ajar semoga dilaknat masuk neraka lapis kedelapanbelas dan tak bisa terlahir kembali.

img_20190425_225741_833.jpg

Sekarang gw akan mereview cerita yang satu ini.

Tidak lama setelah serangan Thanos yang menyebabkan separuh populasi di semesta menghilang, para Avengers yang tersisa pun berusaha mencari keberadaan Thanos. Dan dimanakah Thanos berada? Thanos ternyata berada di sebuah taman di antah berantah (kalau kata Mr. Y, Thanos liburan ke Bali.) dan melakukan tugas mulianya sebagai seorang pensiunan yang sudah lama berjuang untuk meraih sesuatu. Apakah tugas mulianya itu? Mencintai bumi dan bercocok tanam. Thanos hidup membumi sebagai pemilik perkebunan dan menjalani hidup dengan penuh sukacita. Pada akhirnya kita tahu bahwa dibalik sifat kejam Thanos yang selama ini ditampilkan, Thanos memiliki beberapa sifat baik yaitu dia tidak suka berbohong dan Thanos bukanlah orang yang serakah. Bahkan Thanos tidak menggunakan infinity stone untuk meraih kekuasaan atau menjadikannya pemilik alam semesta. Tidak. Setelah menyelesaikan keinginannya melenyapkan separuh populasi di semesta yang tujuannya adalah agar terjadi keseimbangan karena menurutnya jumlah populasi yang terlalu banyak di dunia ini telah merusak keseimbangan di semesta ini, Thanos menghancurkan seluruh batu tersebut dan hidup bagai pertapa di antah berantah. Thanos terasa baik. Thanos terasa manusiawi.

Bertahun – tahun berlalu sejak Thanos melenyapkan separuh populasi di semesta, banyak orang yang berusaha move on dari kejadian itu. Tidak mudah karena orang – orang yang kamu sayangi dan cintai mendadak hilang. Tanpa pemberitahuan, tanpa sakit, tanpa apapun. Mereka mendadak hilang saja. Sebuah rasa sakit dan kosong yang tidak bisa diisi oleh apapun. Kemarin kamu masih tertawa bersama mereka, tiba – tiba saja hari ini mereka sudah tidak ada di sisimu. Seolah – olah tidak pernah hadir. Dan hal itu menimbulkan rasa duka dan kosong di hati banyak orang.

Dari sini, Avengers terasa ingin menanamkan sisi emosional ke dalam diri penontonnya. Gila gw sendiri ga bisa bayangin sih bagaimana kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup secara tiba – tiba. Kosong. Hampa. Tidak berarti. Tapi, apapun yang terjadi mereka semua tetap harus bergerak maju menjalani hidup bukan?

Para Avengers pun masing – masing terpisah. Ada yang move on dan berusaha memperbaiki hidup. Ada yang berduka tapi berusaha untuk sembuh. Ada yang gagal dan terpuruk dalam hidupnya. Ada yang tetap berusaha menyelamatkan semesta. Tapi satu hal yang mempersatukan hati mereka adalah rasa kehilangan yang teramat sangat. Dan hal itu tidak bisa disembuhkan sehingga pada suatu saat ketika Scott Langs alias Ant Man bisa kembali ke dunia berkat bantuan seekor tikus, kehidupan para Avengers pun berubah. Para Avengers dikumpulkan kembali untuk mengembalikan orang – orang yang lenyap.

Susah sebenarnya menceritakana Avenger tanpa memberikan spoiler. Tapi gw berusaha menjaga amanah dari semua crew yang bekerja keras membuat film ini. Gw tidak akan memberikan spoiler kepada kalian semua wahai manusia bumi. Kalian harus datang dan nonton sendiri.

IMG_20190425_224401_803.jpg

Bagi beberapa orang, Avengers Endgame tidaklah sebagus Avengers Infinity War. Hal itu barangkali karena Avengers Endgame memiliki lebih banyak drama di dalamnya. Tapi bagi gw, drama itu sangat kuat merasuk ke diri gw sampai 3 jam gw kuat tidak minum dan tidak ke toilet. Bahkan gw tidak kecipirit di softex gw.

Satu hal yang gw rasakan adalah rasa puas berjalan bergandengan tangan bersama MCU selama sebelas tahun terakhir. Setiap karakter superhero menjadi lebih manusiawi sehingga penonton, mau tidak mau, suka tidak suka, menjadi lebih peduli pada setiap karakter. Kebaikan akan mengalahkan kejahatan merupakan sesuatu yang diagung – agungkan orang sejak dahulu. Tapi Avengers Endgame memastikan bahwa dalam mengalahkan kejatahan demi menyelamatkan suatu peradaban, untuk melindungi orang yang anda cintai, banyak yang harus dikorbankan. Bukan hanya tenaga dan waktu, bukan sekedar harta. Ada nyawa yang harus dikorbankan demi itu semua.

Gw rasa sebelas tahun bersama MCU, gw puas dengan hasil akhirnya. Walau gw masih merasa emosional yang tak terungkapkan dengan endingnya, tapi begitulah hidup. Bahwa setiap saat dalam hidup membutuhkan pengorbanan.

img_20190428_214919_975.jpgPssstttt… Bagi yang sudah menonton film ini pasti mengerti arti gambar di atas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s