A Quick Update : March 2019

Wah waktu berjalan cepat sekali ya. Ga berasa sudah bulan Maret 2019 saja. Hari ini gw mau membagikan sedikit cerita kehidupan gw selama beberapa waktu ini.

Kamera Baru

Jadi gw baru saja menginvestasikan sebagian uang gw untuk membeli camera Canon EOS M 50. Kesan – kesan selama sebulan menggunakannya adalah kamera ini oke sih, enak digunakan, fiturnya mudah dimengerti. Dia ada dua mode. Mode pertama adalah untuk pengguna pemula seperti gw dimana terdapat penjelasan mengenai fitur kamera yang gw gunakan sehingga gw mengerti oh yang ini buat ini nih, yang ini buat itu. Sedangkan mode kedua adalah untuk pengguna yang sudah lebih pro lah, jadi kamera dijalankan tanpa penjelasan sehingga bisa dipakai lebih cepat. Yang gw suka dari kamera ini adalah hasilnya betul – betul kece. Gw seperti bisa menambahkan drama dari foto yang gw buat. Sekarang gw tahu rahasianya mengapa foto makanan dari kamera terlihat lebih menggiurkan daripada foto makanan dari kamera smartphone. Btw gw pakai One Plus 5T dimana hasil kamera gw sebenarnya bagus banget. Bahkan banyak banget yang mengakui hal itu. Tapi dengan kamera mirrorless ini terlihat lebih keren lagi. Kalau ada satu hal yang tidak gw sukai dari kamera gw adalah entah mengapa ini kamera emang sifatnya begitu atau error ya? Karena saat gw mau foto, ga bisa dipakai buat motret. Nah lho? Bingung kan. Eniwei, berikut hasil foto gw.

20190302142712_IMG_0090.JPG

20190302142700_IMG_0089.JPG

20190302142638_IMG_0087.JPG

Kece ya hasilnya 🙂 Gw sih suka banget. Btw ini foto gw ambil di Ixobox, sebuah tempat untuk potong rambut yang kebanyakan pengunjungnya cowok (gw ga tau sih cewek bisa potong di sini ga). Tempatnya kece, sistemnya unik, bahkan sistem untuk pemotongan rambutnya pun menarik. So far gw belum pernah lihat sistem begini di Indonesia sih. Apa gw nya aja yang kudet alias kurang update ya?

Baiquelah…

Nedhise’i 

Gw tertarik datang makan ke sini karena melihat postingan dari Anak Jajan. Nampaknya mantap niat foto di Instagram ini. Berbekal GPS, gw dan Mr. Y menyusuri daerah Pluit untuk makan di sini. To be honest, tempatnya ini tersembunyi banget. Kalo ga diniatin cari ga bakal tau deh ada restoran di sana. Penampilan luarnya juga ga mencolok dan tempatnya di komplek perumahan jadi beneran ga bakal ada yang nyadar kalau ada restoran di sana. Padahal kalau masuk ke dalamnya, penataan resto ini tuh niat banget. Walaupun kecil tapi ditata dengan bagus dan homey.

Masakan andalan di sini adalah sei nya. Oh iya bagi yang ga tahu sei itu apa, sei itu adalah daging asap. Bisa pakai daging babi atau daging sapi. Tapi kebanyakan sih pakai daging babi. Gw suka banget sih sei palagi kalo si bungsu lagi balik ke Semarang atau Jakarta selalu bawain sei. Endes.

Siang itu gw memesan paket telu yang terdiri dari sei original, sei manis, dan sei pedas, ditambah samcan dan sambal korek. Rasanya OK lah. Ga special tapi gw lumayan suka. Sambalnya sendiri pedes banget. Nampaknya gw terlalu meremehkannya sih. Lain kali kalau kesini gw pesen sambal matah aja ah.

Mr. Y sendiri memesan mie babinya. Nah kalo ini sih enak banget.. Gw suka. Rasa mienya sendiri aja udah nendang banget. Lain kali kalau kesini gw mau pesan mienya sih.

IMG_20190310_134152.jpg

Wok Hei

Merupakan salah satu restoran di Baywalk Mall favorit gw dan Mr. Y. Kesukaan kami terutama adalah karena rasa babinya enak. Terus sambelnya juga nendang. Pesan pork platter porsinya pas untuk berdua. Kalau kalian ke Baywalk Mall, gw merekomendasikan untuk datang ke restoran ini. Selain itu view ke lautnya juga kece badai.

Berbeda dengan Nedhise’i yang lebih bercitarasa lokal, Wok Hei itu lebih bercitarasa Chinese (yang dipadukan dengan kearifan lokal yaitu sambal matah). Rasa dagingnya lembut, nasi dicampur kuah daging babinya juga enak banget. Seperti citarasa masakan rumahan. Selain itu mahling gorengnya super crispy. Sambal matahnya sebagai penyeimbang rasa, dan dia ada sambal ala Chinese gt yang rasanya asam (sambal rasa asam… Yeah whatever~) dan chilli oil. So far kombinasi ini sangat enak dan menarique. Jangan ngiler ya liat penampakannya.

IMG_20190303_144223.jpg

Sebuah Restoran Yang Gw Sensor Namanya.
Kejadian Ini Gw Anggap Cukup Tahu Aja Karena Gw Masih Belum Memutuskan Mau Balik atau Nggak ke Sini untuk Makan. 

Sebagai orang yang pernah tinggal selama satu tahun di kota Guangzhou, China, tidak mungkin kalau gw tidak merindukan rasa masakan di sana. Sebenarnya gw sudah mendengar nama restoran ini cukup lama, dan akhirnya gw berkesempatan datang dan makan di sini. Gw, adek gw, Mr. Y dan mama mengambil cukup banyak sayuran, bakso, dan daging. Harga keseluruhan makanan yang kami ambil di angka lebih dari 400 ribuan. Menurut gw harga ini mahal sih. Seandainya gw masih di China dan memakan Ma La Tang belakang kampus yang murah dan enak itu. Ahhhh~ Mr. Y sendiri memesan Indomie yang menurut gw merupakan rasa makanan yang paling enak di sini.

IMG_20190307_183811.jpg

Bad experience : kami memesan dua jenis makanan. Satunya malatang alias kuah mala dan satunya malaxiangguo dimana semua sayuran, bakso, dan daging yang kami ambil ditumis pedas.

IMG_20190307_183813.jpg

IMG_20190307_184044.jpg

Kekecewaan pertama : rasanya OK sih. Enak kok. Tapi nothing special dan ini bukan malaxiangguo dan malatang. Cuma tumisan rasa pedas aja. That’s it. Bagi yang pernah makan di China, pasti tau deh bedanya. Di Indonesia sendiri gw pernah mencoba malaxiangguo yang cukup OK di daerah PIK dan Muara Karang. Gw bisa bilang yang gw makan di sini itu bukan malatang maupun malaxiangguo seperti yang pernah gw coba di China. Citarasanya berbeda. Ini cuma masakan yang ditumis pedas. Buat gw ini OK untuk gw makan kalau gw mau makan masakan tumis pedas tapi not OK kalau gw mau makan malaxiangguo ataupun malatang.

Kekecewaan kedua : gw kan ambil banyak sayur, bakso, dan daging ya. Setelah makan separoh jalan, gw baru menyadari bahwa banyak bakso, sayur, dan daging yang gw ambil itu menghilang alias ga dimasukin ke dalam malaxiangguo gw terutama. Gw ga terlalu yakin soal bakso dan daging tapi yang pasti sayur yang gw ambil itu banyak jenis dan di masakan gw itu cuma ada satu atau dua jenis aja. Gw ga tahu apakah ini praktek yang sudah biasa terjadi di sini atau memang tidak disengaja.

Satu hal yang gw salut adalah manager toko yang bertanggungjawab : Gw complain masalah ini ke mereka dan diberikan kompensasi untuk mengambil sayur lagi. Free. Manager tersebut bilang bahwa ini adalah kesalahan dari mereka dan gw boleh mengambil sayur free of charge. Tapi gw ga mengambil karena mama gw bilang udah jangan dipermasalahin lagi. Tapi sebagai gantinya oleh sang manager kami diberikan kartu diskon 15% yang bisa digunakan setiap kali makan di sana selama setahun.

Jadi gw bisa ambil kesimpulan bahwa gw boleh datang ke sini kalau gw mau makan sesuatu yang ditumis pedas atau kuahnya pedas tapi definitely bukan malaxiangguo atau malatang. Kedua, managernya baik dan bertanggung jawab. Gw banyak membaca keluhan bahwa banyak sekali orang makan di restoran bahkan restoran gede dimana manager dari restoran tersebut tidak mau datang dan meminta maaf apabila terjadi kesalahan di restorannya. Tapi manager restoran ini walaupun gw ga mau mempermasalahkan lagi, dia masih datang dan membawakan gw kartu diskon yang bisa gw gunakan di lain hari. Gw acungkan jempol buat managernya. Walaupun sebenernya ini semacam promosi juga ga sih biar gw datang lagi lain kali hahaha.

Oppo F9 

Mama itu udah lama banget complain soal HP nya yang lemot. Akhirnya mama menyerah dan mau membeli HP baru. Gw akui sih hp lama mama itu lemot parah. Setelah di cek and ricek, ternyata RAM nya cuma 1,5 GB. Emang sih mama pake HP cuma buat browsing, nonton youtube, instagram, ama chat doang. But still, kasihan kalo pake HP yang lemot banget. Emang udah tua juga sih HP nya yang lama. Akhirnya setelah ngobrol kesana kemari, sepakat deh biar mama ganti HP Oppo F7 awalnya. Tapi ternyata ada varian Oppo yang baru yaitu Oppo F9 dan emang kece sih HP nya. Ya udah akhirnya mama ganti yang ini deh. Belinya di Tokopedia. Sellernya OK, responsnya cepat dan barang juga segera diantar.

First impression HP ini emang cakep sih. Warnanya juga syantik. Ga kalah dengan HP merek sebelah yang menurut gw pribadi sudah terlalu overprice. Selain itu, pembelian HP ini sudah dilengkapi dengan antigores dan sarung putih bening yang menonjolkan warna dari Oppo F9 ini. Cepat dipakai dan enak. Ukurannya pas di tangan. Kameranya juga kece. Layarnya juga jernih dan ditunjang dengan RAM 4, pasti lebih lancar jaya daripada HP lama mama yang cuma 1,5 GB.

IMG_20190311_135544.jpg

Sebenarnya gw lumayan tertarik dengan Oppo R17 yang baru mau release dan Oppo Find X. Tapi gw rasa gw akan bertahan cukup lama dengan One Plus 5t ini. Minimal sampai 1,5 tahun lah ya. Itu minimal cui. Kalo maksimal ya lebih. But again, gw naksir ama Oppo R17. Cakep banget warnanya selain itu gw udah baca nampaknya kameranya juga kece.

Last but not least, 

Bentar lagi udah mau foto prewed. Gw lagi cobain pakai kuku palsu. Kece juga ya ternyata. Manis banget kuku palsunya. Ada yang gw pakai melebihi kutikula karena menyesuaikan dengan modelan dari kuku palsunya. Tapi gw demen aja gitu. Cakep banget tangan gw kalau kuku gw sepanjang itu. Tapi jujur sih sebagai orang yang jarang punya kuku panjang, gw merasa rada terganggu saat mau buka hp pakai kuku sepanjang ini. Kalau sekedar pakai lama – lama sekali sih gw suka banget.

IMG_20190313_223925__01.jpg


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s