Memaksimalkan Air dan Serat

Hari ini gw mau membahas mengenai cara mencegah konstipasi atau sering disebut sembelit dengan cara alami menggunakan air dan serat. Untuk membahas ini kita harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan konstipasi atau sembelit. Di bawah ini akan gw berikan info yang gw rangkum dari Wikipedia sebelum gw memberikan tips untuk memaksimalkan air dan serat yang kita konsumsi untuk mencegah konstipasi.

Pengertian

Konstipasi atau sering disebut sebagai sembelit merupakan gangguan dalam sistem pencernaan manusia di mana seorang manusia (atau mungkin hewan) mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya.

Penyebab

  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi)
  • Panas dalam
  • Stres
  • Hormon
  • Usus kurang elastis (biasanya karena sedang hamil atau usia lanjut)
  • Kelainan anatomis sistem pencernaan
  • Gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur (seperti diet yang buruk)
  • Efek samping meminum obat yang mengandung banyak kalsium / aluminium
  • Kurang vitamin C
  • Kurang makanan berserat
  • Merupakan gejala penyakit
  • Sering menahan rangsangan untuk buang air besar dalam waktu yang lama.
  • Emosi
  • Jarang atau kurang berolahraga
  • Kelebihan konsumsi serat
  • Kelebihan memakan daging, terutama daging merah 
  • Penyalahgunaan obat
  • Makanan beku 
  • Memakan buah atau sayuran tertentu yang dapat memadatkan kotoran secara alami secara berlebihan 

 Gejala

  • Perut terasa begah, penuh, dan kaku karena tumpukan tinja (jika tinja sudah tertumpuk sekitar 1 minggu atau lebih, perut penderita dapat terlihat seperti sedang hamil).
  • Tinja menjadi lebih keras, panas, berwarna lebih gelap, jumlahnya lebih sedikit daripada biasanya, dan bahkan dapat berbentuk bulat-bulat kecil bila sudah parah.
  • Pada saat buang air besar tinja sulit dikeluarkan atau dibuang, kadang-kadang harus mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan tinja (bahkan sampai mengalami ambeien dan berkeringat dingin).
  • Terdengar bunyi – bunyian dalam perut.
  • Bagian anus terasa penuh, dan seperti terganjal sesuatu disertai sakit akibat bergesekan dengan tinja yang panas dan keras.
  • Frekuensi buang angin meningkat disertai bau yang lebih busuk daripada biasanya (bahkan terkadang penderita akan kesulitan atau sama sekali tidak bisa buang angin).
  • Menurunnya frekuensi buang air besar, dan meningkatnya waktu transit buang air besar (biasanya buang air besar menjadi 3 hari sekali atau lebih).
  • Terkadang mengalami mual bahkan muntah jika sudah parah.
  • Sakit punggung bila tinja yang tertumpuk cukup banyak.
  • Bau mulut

Gw rasa itu saja penjabaran gw mengenai garis besar konstipasi. Nah yang gw ingin bahas adalah cara mengatasi konstipasi secara alami dengan memaksimalkan air dan serat yang kita konsumsi setiap harinya. Untuk itu gw mendapatkan kesempatan untuk berbincang – bincang dengan salah seorang dokter di kota Semarang. Beliau yang sudah sepuh ini mengajarkan gw bagaimana cara mengkonsumsi air dan serat yang benar.

Peran Air Putih

Untuk mencegah konstipasi, kita harus menjaga agar feses atau kotoran yang kita buang setiap harinya itu lunak. Nah cara melunakkan feses adalah dengan mengkonsumsi air. Air yang bercampur dengan tumpukan kotoran akan membuat kotoran itu lunak dan mudah dikeluarkan.

Peran Serat

Terkadang kotoran itu sudah bertumpuk di dasar usus. Nah, kotoran yang berkumpul di dasar usus ini biasanya kotoran yang lumayan keras nih. Untuk membuat kotoran itu lunak, kita membutuhkan air. Tapi usus kita itu panjang. Terkadang sebelum mencapai kotoran, air tersebut sudah diserap oleh dinding – dinding usus dan tidak sempat mencapai kotoran. Untuk itu kita membutuhkan bantuan serat. Serat akan mengikat air yang kita konsumsi dan membawanya sampai ke kotoran kita, sehingga kotoran yang sudah terdorong sampai ke dasar usus juga tidak menjadi keras ketika dikeluarkan.

Memaksimalkan Air Putih dan Serat

Pernah ga sih sudah mengkonsumsi banyak serat dan air putih kok fesesnya masih tetap keras? Nah ternyata untuk mengkonsumsi air dan serat ini juga ada caranya. Jarak waktu antara konsumsi serat dan air putih tidak boleh terlalu jauh. Kalau terlalu jauh yang ada seratnya sudah berjalan jauh, airnya baru datang. Nanti malah airnya lebih banyak terserap ke dinding usus daripada terikat oleh serat. Jadi ketika mengalami konstipasi, pastikan jeda waktu antara konsumsi serat dan air putih tidak terlalu jauh. Bagaimana tahunya kalau jeda waktunya tidak terlalu jauh? Kalau menurut pengamatan gw atas tubuh gw, kalau gw minum air dan serat di waktu berdekatan, keinginan untuk buang air kecil tidak terlalu terasa. Tidak seperti saat gw minum air tanpa konsumsi serat.

Oke begitu saja sedikit ilmu pengetahuan dari orang awam seperti gw ini. Semoga informasi yang gw bagikan ini berguna bagi kalian yang mengalami konstipasi dan ingin sembuh dengan cara alami dengan memaksimalkan peran dari tubuh kita.


2 thoughts on “Memaksimalkan Air dan Serat

Leave a Reply to teaforbreak Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s