Wisata Kuliner Bogor

Gw, Sheila, dan Yosefa, kami bertiga memutuskan untuk berangkat ke Bogor dalam rangka wisata kuliner.

Sudah sebelas tahun gw tinggal di Jakarta, tapi gw belum pernah sekalipun benar – benar menginjakkan kaki di Bogor. Cuma pernah datang sekali dalam rangka acara wedding cik Novie, kenalan saat kuliah dulu. Baru kali ini gw benar – benar menikmati Bogor itu seperti apa. Menarique.

Karena memang judulnya wisata kuliner, jadi tidak banyak tempat wisata yang kami kunjungi. Kami hanya mencari makanan saja. Hahaha. Untuk itu akan gw tuliskan pengalaman makan – makan kami selama di Bogor.

Btw, postingan ini tidak halala.
Btw lagi, awal ngiler. You have been warned ya!

Perjalanan dimulai dari Stasiun KRL Mangga Besar. Bermodalkan flazz BCA, kami naik kereta di sini dengan biaya Rp 6.000. Berhubung flazz gw ga cukup dana dan di stasiun kereta ga bisa naik kalo ga cukup dananya dan di stasiun Mabes ga bisa top up flazz, akhirnya gw beli tiket sekali jalan dan dikasih kartu buat tap masuk dan keluar. Rincian biayanya adalah Rp 6.000 untuk tiket sekali jalan dan Rp 10.000 untuk jaminan kartu. Nantinya kalau kartu ini tidak digunakan lagi, kartunya bisa dikembalikan di stasiun dan akan dikembalikan uang jaminan Rp 10.000. Tapi untuk pengembalian kartu ini ada batas waktu selama 7 hari. Lebih dari 7 hari maka uang jaminan tidak bisa dikembalikan lagi. Lama perjalanan dari Stasiun KRL Mangga Besar sampai ke Stasiun Bogor kurang lebih satu jam lima puluh menit.

Sesampainya di Stasiun Bogor, gw lihat tempat pembelian karcis hariannya ramai banget. Dan gw baru sadar kalau e- money di kartu mandiri Indomaret gw masih ada Rp 8.000. Males lihat antrian, gw berpikir untuk menggunakan e-money gw aja buat balik ke Jakarta. Biar ga repot antri.

Kalau nantinya sampai di Bogor, kalian naik tangga penyebrangan ke sebrang aja. Biar gampang keluar dari stasiun kereta. Berhubung kami bertiga ga tau (dan malas naik tangga), kita bertiga jalan jauh banget untuk bisa keluar dari stasiun kereta.

Selama di Bogor kami banyak menggunakan Grab Car/ Go Car. Praktis banget. Biaya transport di Bogor juga murah. Kira – kira untuk 2 hari kami di sana satu orang menghabiskan kurang dari Rp 100.000.

Oke sekarang beneran lanjut soal makanannya.

Sesampainya di sana, makanan pertama yang kami coba adalah bakso Seuseupan. Salah satu bakso terenak yang pernah gw coba.

Bakso Seuseupan

IMG_20180818_153437.jpg

IMG_20180818_153433.jpg

IMG_20180818_153449.jpg

Gw memesan iga seharga Rp 7.000, seporsi bakso urat seharga Rp 22.000, dan segelas jus jeruk seharga Rp 8.000. Hal pertama yang gw perhatikan adalah rasa kuah baksonya. Huaaaaa enak banget. Di dalamnya juga ada potongan lemak yang digoreng. Untuk iga sendiri rasanya biasa saja dan sepertinya kuah untuk iga berbeda dengan kuah untuk bakso karena rasa kuah untuk bakso lebih enak.

Lanjut dari bakso Seuseupan, kami melangkah ke Gang Aut jalan Surya Kencana untuk menjajal street food di sana. Berhubung kami smapai di sana sudah cukup sore, ternyata banyak tempat yang sudah tutup. Sayang sekali. Akhirnya sore itu kami hanya sempat mencoba beberapa makanan.

Toge Goreng

IMG_20180818_165530.jpg

Walau judulnya toge goreng, tapi sebenernya toge ini direbus dan diberikan potongan tahu goreng, lontong, bumbu kacang, dan kuah manis. Rasanya enak dan harganya murah. Cukup ditebus dengan harga Rp 13.000 untuk seporsi toge goreng.

Soto Kuning Pak Yusup

IMG_20180818_170638.jpg

Di sini ada banyak soto kuning dengan nama yang hampir mirip karena soto ini terkenal banget. Tips untuk mencari soto kuning ini adalah, cari yang namanya Pak Yusup pakai huruf P. Dia jualan persis di dekat Bakso Kikil Pak Jaka. Rasa soto kuningnya enak. Ga eneg. Dagingnya juga empuk. Seporsi soto kuning tanpa nasi ini seharga Rp 30.000.

NgoHiang

IMG_20180818_174407.jpg

Tepat di depan gerobak yang jual lumpia basah, ada satu tempat yang menjual ngohiang. Ngohiang di Bogor ini agak berbeda karena saus yang digunakan cenderung manis. Gw sendiri kurang suka ya dengan sausnya. Tapi rasa ngohiangnya enak. Gw memilih untuk memakan ngohiang dengan saus cabenya. Perfect. Untuk seporsi ngohiang + tahu + kentang ditebus dengan harga Rp 34.000.

Lumpia Basah

IMG_20180818_180010.jpg

IMG_20180818_180039.jpg

Lumpia di Bogor ini rasa berbeda dengan lumpia Semarang karena dia memakai ebi, taoge, dan bengkoang sebagai isiannya. Menurut gw sih di dalamnya ada kunyit juga. Rasanya enak. Kekurangannya adalah antriannya. Ga tahan tunggunya. Sebiji lumpia seharga Rp 14.000.

Ada beberapa makanan juga sih yang kami cicipi di sini yaitu manisan mangga, bir kojok, dan pepes pisang. Tapi karena lumayan banyak yang jual menurut gw ga ada satu tempat yang punya spesialisasi untuk makanan ini makanya gw ga bahas.

Lanjut lagi habis dari Gang Aut kami menuju ke Kedai Kita untuk makan pizza bakar.

Pizza Bakar Kedai Kita

IMG_20180818_190515.jpg

Salah satu pizza tipis terenak yang gw coba ada di Bogor. Lelehan kejunya endes banget. Rasa pepperoninya juga enak banget. Kejunya meleleh dong dan pizzanya juga tipis jadi ga eneg. Satu porsi pizza bakar seharga Rp 80.000 + PPN 10%.

Momomilk Barn

IMG_20180818_193507.jpg

Lokasinya pas di seberang Kedai Kita. Modelnya sih kayak Cimory. Susunya enak kok. Harganya Rp 11.000 untuk susu pisang dan Rp 12.000 untuk susu coklat. Ini gw rada lupa deh ada PPN nya atau tidak.

Oke,.. Setelah perut penuh dengan makanan dan malam juga sudah larut, kami bertiga memutuskan untuk pergi ke Lemongrass, salah satu cafe yang hip di Bogor. Tujuannya cuma untuk nongkrong aja karena kalau makan sudah ngga sanggup lagi. Tapi ternyata begitu sampai di sana masih ada tujuh antrian dan karena kami ga berniat untuk makan dan juga tempat itu tempat buat nongkrong sih bukan tipikal orang datang makan lalu pergi sehingga nampaknya antrian masih bakal lama banget, jadi kami memutuskan untuk beranjak dari sana saja. Tapi berikut gw kasih oleh – oleh foto dari Lemongrass.

IMG_20180818_201028.jpg

IMG_20180818_201208.jpg

IMG_20180818_201225.jpg

IMG_20180818_201232.jpg

Perjalanan hari pertama ditutup dengan acara kami bertiga jalan kaki ke hotel tempat kami menginap malam itu. Bukan karena penghematan, kami bertiga jalan kaki biar perut ga begah karena kebanyakan makan.

Hari kedua akhirnya dimulai. Sedikit meleset dari dugaan, Pikirnya mau mulai rada pagian ternyata siangan baru keluar dari hotel. Akhirnya kami memulai dengan makan pagi di Restoran Bumi Aki.

Restoran Bumi Aki

IMG_20180819_100746.jpg

IMG_20180819_100748.jpg

IMG_20180819_103229.jpg

IMG_20180819_103236.jpg

IMG_20180819_103233.jpg

IMG_20180819_103313.jpg

Kami pesan seporsi nasi liwet komplit. Sebenernya porsinya untuk dua orang sih tapi ini kami makan untuk tiga orang. Sambelnya mantep banget. Ikan asinnya juga enak. Nasinya sih biasa saja. Seporsi nasi liwet ini kami bayar seharga Rp 99.000 sudah termasuk PPN.

Makaroni Panggang

IMG_20180819_112254.jpg

Dari nasi liwet, ga pake lama kami langsung ke Makaroni Panggang. Untung perut belum terlalu kenyang ya habis makan nasi liwet. Kami langsung lanjut memesan seporsi makaroni panggang special ukuran medium. Penyesalan. Ternyata porsinya gede banget. Bisa buat makan 5 – 6 orang.

IMG_20180819_112438.jpg

Btw untuk makaroni panggangnya sendiri ada yang biasa dan special. Yang biasa ya makaroni aja. Kalau yang special di dalamnya ada tambahan daging asap dan juga jamur. Untuk rasanya enak. Rasa susunya berasa banget. Porsinya juga gede.

IMG_20180819_111142.jpg

Selain makaroni panggang, kami juga memesan seporsi Klapetart -> tulisan yang bener gimana sih. Rasa klapetartnya enak dan kelapanya gede – gede. Tidak terlalu manis jadi pas buat gw. Walaupun gw suka makanan manis tapi gw ga suka yang terlalu manis sih. Yang ada malah eneg. Di atas klapetart nya sendiri ada yang membumbung seperti busa. Itu putih telur kocok yang dibakar.

Harga makanan di Makaroni Panggang ini paling pricey selama kami makan di Bogor tapi worth to try. Eh gw lupa pula berapa kami abis makan di sini hahaha.

Okeh lanjut lagi dari Makaroni Panggang kami menuju ke Rumah Apel untuk makan pie apel.

Rumah Apel

Kami jalan kaki dari makaroni panggang ke sini karena jaraknya dekat. Di sini menjual bermacam – macam kue. Ada tiga jenis yang kami coba yaitu apple pie, cheese and rum pie, dan apple struddle

IMG_20180819_114841.jpg

Rasanya standard sih. Apple struddle gw ga terlalu suka. Gw demennya malah pie nya. Rum and cheese berasa banget, apple pie enak dan wangi. Tapi nothing special menurut gw. Oke lah kalau mau dicoba. Untuk tiga jenis kue ukuran mini kami menghabiskan Rp 27.000.

Selesai dari Rumah Apel, kami lanjut ke De Voyage. Nothing special lagi menurut gw. Hanya tempat yang instagramable. Cuacanya terik dan panas. Masuk bayar Rp 35.000. Gw sih lebih suka ke Chocolatte Ville di Bangkok sih hahaha. Karena De Voyage tempatnya kecil dan orangnya ramai jadi padat banget rasanya. Tempat ini worth it untuk didatangi tapi kalau kedua kali gw akan mikir seribu kali hahaha.

Setelah dari De Voyage dan menurunkan sedikit makanan, kami lanjut lagi ke Gang Aut.

Bakso Kikil Pak Jaka

IMG_20180819_141502.jpg

IMG_20180819_141715.jpg

Tepat di smaping Soto Kuning Pak Yusup, terdapat Bakso Kikil Pak Jaka yang lejenderi di daerah gang Aut. Walau sempat kebingungan melayani pembeli karena piringnya habis, Pak Jaka melayani pembelinya dengan sabar walau banyak request. Baksonya oke lah. Gw ga akan bilang sangat special ya. Rasa nya mirip bakso pojok di Bandungan, Semarang jaman dulu. Kenapa jaman dulu? KArena yang sekarang udah ga enak. Nah kalau yang punya Pak Jaka nih bikin gw nostalgia ama bakso pojok Bandungan jaman dulu. Ramenya juga sama hahaha. Yang gw paling suka sih kuahnya ya. Bening tapi enak banget. Seporsi bakso Rp 15.000 kalau tambah kikil ya tambah Rp 10.000.

Soto Mie Agih

IMG_20180819_144411.jpg

Sebenernya ini gw orang makan dengan rada terpaksa. Bukan karena ga enak, tapi karena kami sudah kenyang. Tapi tetep dipaksain makan hahaha. Bukan termasuk soto mie favorit gw, gw tetep lebih suka soto mie di Jakarta. Soto mie ini ga halal ya. Dia pakai bakut dan babat, dan ada potongan lobaknya. Tidak lupa taburan seledri yang digoreng. Ada satu lagi soto mie yang tidak halal lokasinya di seberang Ngohiang. Namanya soto mie Ciseng. Konon kalau soto mie Agih lebih modern, soto mie Ciseng lebih tradisional. Gw lupa harga soto mie ini.

Martabak Encek

IMG_20180819_150445.jpgIMG_20180819_142422.jpgIMG_20180819_142411.jpg

Nah ini nih yang paling legendaris. Martabak Encek yang walau ga pake papan nama, tapi semua orang tahu ni martabak. Jam 2 dateng, gw udah dapet antrian nomor 15. Pas ada yang mau pesen lagi, dia di antrian 19. Si encek bilang sepertinya dah ga cukup bahannya. Tapi kalau mau pesan silahkan, cuma dia ga jamin bisa dapat. Sungguh aku terpesona. Saat melihat pembuatannya, gw mengerti kenapa martabak ini ramai sekali. Melihat penampakannya aja gw tahu martabak ini enak. Adegan ketika margarin martabak yang meleleh itu masih terngiang di otak gw. Ckckck parah ini enak banget sih. Tapi karena sudah menunggu lama dan baru sampai antrian nomor lima, akhitnya kami menyerah. Emang pembuatannya lama ya? Well, yang bikin cuma encek seorang, loyangnya cuman satu. Yang bikin lama lagi adalah, satu orang bisa pesan tiga sampai empat loyang.  Harga martabak keju Rp 55.000 dan martabak setengah keju setengah coklat Rp 50.000.

Last but not least, kami menutup kunjungan kali ini dengan Bakso Seuseupan lagi.

IMG_20180819_163114.jpg

IMG_20180819_163112.jpg

Satu hal yang gw sadari dari bakso ini adalah, beda cabang beda rasa hahaha. Untuk yang terakhir ini gw makan di tempat bakso Seuseupan pertama kali buka. Menurut gw malah ga terlalu enak ya. Enakan yang gw makan pertama kali. Tapi gw lupa di cabang mana bukanya. Untuk harga di sini lebih mahal Rp 1.000 daripada tempat yang kami pertama kali makan.

OKEIIIIII sebagai penutup, perjalanan kami ke Bogor kami mulai di Stasiun Mangga Besar. Karena gw belum makan dari pagi, akhirnya gw beli Chitato yang dibuat menyambut Asian Games 2018 yaitu chitato rasa Pempek Palembang. Ga terlalu berasa pempeknya. Ya sudahlah…

IMG_20180818_125508.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s