MY FAVORITE AUTHOR

Gw suka baca buku. Hal itu bukan rahasia lagi. Sampai – sampai ketika gw mengumumkan akan menjual beberapa koleksi buku gw, salah satu tante gw berkomentar …

“Apa? Ricca mau jual harta karunnya?”

“……..” OK

Gw tentunya punya koleksi buku cukup banyak. Bahkan boleh dibilang lemari – lemari di rumah itu gw jajah buat tempat buku gw hahaha. Nah, dari sekian banyak buku yang gw punya, tentu ada beberapa buku yang menjadi favorit gw. Masalahnya buku yang gw suka itu bukan sekedar satu dua buku saja, melainkan banyak. Gw jadi bingung untuk menuliskan buku apa yang gw suka.

Karena menyortir buku favorit itu sulit (bagi gw), maka di sini gw mau menuliskan tentang penulis novel favorit gw. Btw review mengenai komik pernah gw tuliskan di sini.

Pertama,
JK Rowling as JK Rowling in Harry Potter the series and as Robert Galbraith in Cormoran Strike’s adventure (Cuckoo’s Calling, Career of Evil, and The Silkworm)

Kisah gw dengan JK. Rowling ini cukup menarik. Pertama gw tahu novel Harry Potter adalah dari temen SD gw yang namanya Dian. Dian suka banget sama novel Harry Potter. Akhirnya dia mengiming – imingi gw novel Harry Potter yang ternyata ga gw baca juga hahaha. Tapi pas gw masuk SMP dan melihat novel Harry Potter di Gramedia, gw jadi teringat Dian. Akhirnya gw ambillah buku ini di rak. Ternyata, buku ini memang benar – benar bagus. Ga nyesel gw belinya. Gw jadi koleksi kesemua buku Harry Potter. Gw akui penceritaan dari JK. Rowling benar – benar smooth.

fullprecovers

Walau sekarang novel Harry Potter sudah tamat di buku ketujuh (dan gw belom ada niat untuk beli lanjutannya), tapi tetep aja novel ini sangat membekas buat gw. FYI, gw masih suka baca novel ini berulang – ulang sampai sekarang. Kalau lagi libur kantor, sekali baca langsung tujuh buku. Hal ini membuat gw kadang lupa mana dunia nyata dan mana dunia Harry Potter. Apakah aku penyihir? Masuk asrama manakah diriku?

cormoran-strike-rev1

Daripada membeli lanjutan Harry Potter (sorry Pottermania) , gw memilih untuk membeli seri dari Cormoran Strike. Bukunya bagus. Ga sekuat cerita dari Harry Potter tapi tetap saja merupakan buku yang menarik. Dan gw makin suka karena temanya baru. Dari sini gw bisa melihat bahwa JK. Rowling punya kemampuan menulis berbagai tema, hanya saja dirinya sudah terlalu kuat menjadi bagian dari Harry Potter.

Last but not least, tentu saja kita tahu bahwa JK. Rowling pernah menulis buku The Casual Vacancy yang walaupun bagus tapi ku tak mau beli. Pertama , saat itu gw ga mau beli karena gw mau keluar dari bayangan Harry Potter. Kedua, akhirnya keputusan gw ga mau beli menghantarkan gw ke filmnya. Gw cuma nonton pertengahan sampai akhir. Bagus tapi kok sad ending eh spoiler . Hidup sudah sedih, jangan ditambah kesedihan dari novel lagi. Akhirnya ga jadi beli. Ga tau ya kalau suatu saat gw tertarik beli.

 

Kedua,
Alberthiene Endah (Cewek Matre, DIcintai Jo, Jodoh Monica, I Love My Boss, Nyonya Jet Set, Selebriti, dll)

cewe-matre

Ceritanya mengalir begitu saja. Enak. Lucu untuk dibaca. Ringan banget ceritanya. Well, buat gw buku dari Alberthiene Endah worth it untuk diikuti. Bukunya pernah saya review di sini , di sini , dan di sini.

 

Ketiga,
Mira W (aduh banyak gw buku – bukunya dia)

Gw pertama kali membaca buku Mira W itu di perpustakaan SMP gw. Hahaha. Sampai sekarang pun gw masih suka buku – buku dia. Jadi film jaman dulu banyak terinspirasi dari buku – buku Mira W (dan pada saat itu ada juga Marga T, NH Dini, Ashadi Siregar, V. LEstari, dll).

download-novel-terbaru-karya-mira-wCetakan Awal – Awal

Cerita dari buku Mira W banyak berkutat di seputar rumah sakit. Jujur saja saat SMP hal ini cukup menggiring gw ingin menjadi dokter. Sayang nilai biologi gw tiarap. Tar yang ada kalo gw jadi dokter malah banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Lanjut…

2016-02-19-16-55-00-jpg
Cetakan dengan cover bunga – bunga

Selain setting cerita yang banyak berkutat di rumah sakit, cerita dari Mira W juga cukup kompleks dan menarik untuk diikuti. Bahkan menurut gw, buku dari Mira W yang sudah diperbaharui pun tidak bisa menandingi buku dari Mira W versi aslinya. Gw jadi bisa membayangkan kehidupan jaman itu.

mira-w-dua-kutub-cintaCetakan dengan cover… hmmmm…… fotografi!? 

Buku Mira W yang mulai gw koleksi adalah saat buku – buku nya menggunakan latar bunga sebagai cover. Buku – buku dari Mira W pun sudah mengalami beberapa era dan cetakan. Dimana dari empat era sampul buku Mira W, tiga diantaranya gw punya.

novel-mira-w-c57f9f613e57-4dt-1Cetakan terakhir

Walau jaman sudah berganti, novel Mira W tetap di hati. Review novel Mira W bisa dilihat di sini , di sini , dan di sini .

121813_miraw_fxMira W dari tahun ke tahun

 

Keempat,
Sandra Brown (banyak gw buku – bukunya)

Ini salah satu penulis yang gw suka juga. Buku – bukunya ada yang roman dan ada yang thriller. Gw suka dua – duanya. Tapi kelemahan dari novel Sandra Brown adalah ga boleh terlalu sering dibaca karena akan berasa bosan. Tapi kalau lama – lama sekali baca, buku – bukunya dia sebenarnya bagus – bagus.

Gw masih ingat buku Sandra Brown pertama yang gw baca adalah Bittersweet Rain. Sama seperti Mira W, gw punya satu rak khusus novel Sandra Brown. Teman – teman seangkatan Sandra Brown seperti Nora Robert, etc gw juga suka, tapi tetap bagi gw Sandra Brown numero uno.

Urut : cetakan awal, cetakan tahun 2000an, cetakan terakhir 

Dan sama seperti Mira W juga, novel Sandra Brown sudah mengalami beberapa cetakan.

 

Kelima,
Barbara Cartland

barbara cartland2.JPG

Salah satu penulis lama yang gw kagumi adalah Barbara Cartland yang tetap aktif menulis romansa kalangan atas di Britania Raya. Menurut gw sih seru aja baca historical romance jadi kebayang kehidupan di Eropa jaman itu. Walau jaman sekarang banyak penulis yang menuliskan cerita bertema historical romance seperti Julia Quinn, etc, tapi tetap saja Barbara Cartland memiliki penceritaan yang terasa lebih. Mungkin karena si tante Barbara pernah mengalami jaman tersebut? Atau karena riset yang lebih lengkap? Ataukah karena jaman tersebut keluarga kerjaan masih menjadi misteri terbesar dalam hidup dan mengulik kehidupan mereka terasa menyenangkan? Entahlah. Tapi kalau ingin membaca historical Romance, gw sarankan carilah novel dari Mrs. Cartland.

 

Keenam,
Sidney Sheldon

novel sidney sheldon.jpg

Penulis genre thriller ini merupakan penulis favorit gw. Huaaaaa pada tau dong betapa jagonya Sidney Sheldon menulis buku. Buku pertama Beliau yang gw baca adalah A Strange in a Mirror lalu gw pun jatuh cinta. Tema penceritaan selalu berbeda – beda, itulah daya tarik dari Sidney Sheldon, belum lagi setting dan latar belakang yang berbeda, penceritaan cepat tapi mencakup semua hal penting, gw rasa sulit menemukan penulis seperti Beliau sekarang ini. Btw, ga gampang juga nyari novel Sidney Sheldon. Gw berharap Gramedia terbit ulang buku – bukunya dan beberapa judul yang belum ada terjemahannya pun semoga segera terbit.

 

Ketujuh,
Raditya Dika

Gw mengikuti buku Radit sejak Kambing Jantan. Awalnya gw bingung ini buku paan sih judulnya kok errrrrr banget. Eh ternyata malah koleksi sampai sekarang. Buku awal dari seorang Radit itu lebih banyak konyol dan banyolnya. Ga banyak yang bisa diingat dari sana kecuali itu buku konyol. Udah titik. Tapi makin kemari, buku seorang Radit itu makin lama makin dewasa. Temanya semakin berat walaupun tetep konyolnya dapet. Bukan buku harian seorang anak SMA kuliah di Australia dan memberikan lagu Alda ke temannya di sana lagi (yeah I still remember that my heart in a jail scene LOL).

313662_fd1e029d-28e8-46ba-8b6d-ea2f24043081.jpg

Buku Radit kesininya lebih ke buku harian seorang manusia yang makin dewasa. Yang tahu pahit hidup itu seperti apa. Mengalami jatuh bangun seorang manusia yang kemudian ditumpahkan dalam sebuah tulisan yang bukan hanya membuat pembacanya tertawa tetapi juga kita diajak berpikir. Seiring bertambahnya usia Radit, bertambah juga usia gw (kok kzl ya pas menulis soal usia yang nambah). Gw pengikut setia (apakah Radit memiliki sekte kambing jantan?) dia dari buku awalnya. Maka gw sebagai pembaca setia bukunya pun merasa bisa mengikuti alur yang dia ciptakan di buku – bukunya. Gw harap kedepannya Radit makin aktif menulis buku dan karir dia semakin sukses.

 

Kedelapan,
Adhitya Mulya

Salah satu buku paling kece pada jamannya adalah Jomblo. Jomblo ini adalah buku dari seorang penulis bernama Adhitya Mulya yang gw review di sini. Sejak saat itu gw banyak membaca tulisan doi dan gw merasa seorang Adhitya Mulya itu cocok ama gw (cocok apanya coba). Ga ding becanda. Menurut gw, Adhitya Mulya itu sosok penulis yang brilian dan smart. Dua buku dari Adhitya Mulya yang paling berkesan buat gw adalah Catatan Mahasiswa Gila dan Sabtu Bersama Bapak.

11027734

Catatan Mahasiswa Gila walau terkesan ringan tetapi banyak sekali yang bisa dipelajari di dalamnya. Dalam buku ini juga seorang Adhitya Mulya mengajarkan bahwa masa kuliah bukan hanya masa untuk belajar, tapi yang terpenting adalah pencarian jati diri. Mau menjadi apa kita nantinya. Dan kuliah, jangan dijalani terlalu serius. Ada saatnya kita memang harus fokus, tapi fokus tidak harus dijalani dengan terlalu serius. Begitu juga saat kita terjun ke masyarakat.

22544789

Ada juga buku Sabtu Bersama Bapak yang mengharu biru sampai pas nonton mama gw nangis – nangis bercucuran air mata (lebayyy dah gw). Gw ga bisa bercerita banyak mengenai buku ini, hanya saja buku ini memorable banget. Banyak mengajarkan tentang hidup. Jujur awalnya gw ga tertarik ama buku ini. Udah bertahun – tahun gw liat di Gramedia, tetep ga gw beli. Sampai akhirnya entah kesambet apa hari itu gw beli. Pembelian terbaik dalam hidup gw hahaha. Buku ini mengajarkan banyak hal ke gw terutama bagaimana menjadi orangtua dan orang dewasa. Review gw tentang buku ini ada di sini. Tulisan Adhitya Mulya bisa dibaca di blognya atau ada satu di sini.

 

Kesembilan,
John Grisham

20121018095258.jpg

Buku John Grisham pertama yang gw punya adalah The Firm. Ini dipinjemin ama tante gw selama bertahun – tahun dan ga pernah gw baca (dasar ponakan tak tahu diri). Sampai akhirnya gw tergoda karena bacaan gw habis. Dan… Gw ga bisa melepaskan diri. Emang sih kalau buku yang John Grisham tulis itu rada berat. Tapi tetap aja gw suka. Karena alur penceritaanya yang menarik. Kebanyakan tema penceritaannya adalah mengenai bidang hukum, sesuai latar belakang John Grisham di dunia pengacara. Salah satu yang paling memorable buat gw adalah buku The Confession yang gw review di sini. Gila hati gw masih sakit banget kalo teringat ini buku. Kenapa? Baca saja sendiri.

Kesepuluh,
Gw dedikasikan untuk semua penulis di dunia. Berkat kalian, dunia menjadi lebih bewarna 🙂 

 
Foto buku bukan koleksi pribadi
Semuanya gw search di Google
Thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s