Jalan – Jalan Thailand : Day 4 – Day 6

Karena jalan – jalan di Bangkok kisahnya ga terlalu banyak, gw rangkum jadi satu saja ya.

Jadi hari ke empat dimulai dengan perjalanan dari hotel ke bandara international Phuket yang memakan waktu kurang lebih 45 menit (atau bahkan kurang?). Sesampainya di bandara, gw orang surprise banget. Thai Airways antriannya cuma 2orang sedangkan Air Asia dan Nok Air ramai sekali. Bahkan antrian Nok Air lebih ramai daripada Air Asia. Setelah gw cek, ternyata harga tiket Thai Airways hampir Rp 800.000 sedangkan Nok Air hanya hampir Rp 300.000. Ku tak heran~

FYI, check in di Thai Airways bisa masuk ke miles Singapore Airlines. Setelah check in, kami makan pagi dulu. Pilihan makanan di bandara cukup banyak, pagi itu gw memilih Subway. Setelah makan Subway dan masuk ke ruang tunggu, ternyata sudah di ruang tunggu juga banyak jenis makanannya dan Subway juga ada. Di ruang tunggu juga terdapat kursi pijat, tapi harus bayar.

wp-image-45716847

Tidak lama kemudian kami dipanggil masuk pesawat. Di dalam pesawat mendapatkan snack yang masih hangat tapi ga gw makan karena masih kenyang. Lama perjalanan hampir satu setengah jam.

wp-image-1854704440

Svarnabhumi pagi itu

Tiba di bandara Svarnabhumi, akhirnya ku merasakan apa yang ku pikir takkan kurasakan kalo keluar negeri. Apakah itu? Menunggu bagasi hahaha.  Tapi ga lama kok akhirnya bagasi keluar juga. Setelah itu kami order Grab untuk menuju hotel kami di Pratunam.

Sampai di Pratunam, belum bisa check in karena check in baru bisa dilakukan jam 14:00. Kami makan dulu di dekat hotel. Jadi di Pratunam ada satu rumah makan khusus menyediakan mie wonton. Namanya Sab2x. Selain mie wonton yang enak banget, dia juga menyediakan sekba yang empuk banget. Endes deh ku rindu…

wp-image-101509745

wp-image-1134546852

wp-image-858915924

Walau ramai tapi ga usah khawatir. Antri saja. Pelayanannya cukup cepat kok. Selain itu, pola duduk di sini tu mirip di Hong Kong. Asal ada kursi udah rebut aja. Ga usah sok – sok an mau satu meja ama temen soalnya yang ada nanti malah ga dapet – dapet karena pengunjungnya ramai. Tapi kalau sekedar 2 – 3 orang mah masih ga susah lah dapet kursi. Apalagi kalau sendiri, tinggal nyempil aja.

Setelah itu akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki ke Siam Square. Letaknya dekat sih tapi kalau jalan kaki berasa juga. Tapi naik tuk – tuk mahal. Ya sudah nikmati sajalah.

Sampai di Siam Square, kita beli Thai Crepes dulu di food courtnya. Konon food court di sini enak – enak lho makanannya dan menyediakan banyak makanan khas Thailand.

Setelah itu sebenarnya kami mencari Mango Tango. Tapi karena ga ketemu dan lumayan capek juga, akhirnya kami singgah di The Mango Garden.

wp-image-2105970446

wp-image-927018868

wp-image-991464039

Mango sticky rice nya enak deh. Mango smoothie nya biasa saja. Gw sih rekomen kalau mau makan mango sticky rice nya. Tapi kalau untuk mango smoothie nya mendingan ngga deh hahaha. Manis banget.

Lanjut dari Mango Tango, kita ke money changer di Siam Square. Money changer ini walau di mall tapi kurs nya bagus. Dan buat gw sih lebih terpercaya. Namanya Super Rich Money Changer.

Setelah dari Super Rich Money Changer, kami lanjut ke Line Village. Jadi keluar dari Siam Square, lewati lokasi BTS, akan sampai di satu store. Turun ke bawah banget ampe ke jalanan yang rada miring, tar belok kiri. Hahaha pasti bingung deh dengar penjelasan gw. Coba tanya satpam di sana saja. Mereka bersedia membantu walau terkendala bahasa. Tapi yang pasti letak ini store ada di bawah kalau jalannya dari Siam Square ngelewatin BTS.

Menurut gw, Line Village di sini kecil sih. Bahkan compare ke Line Store terkecil di daerah Hongik yang gw datangi di Korea pun, store ini lebih kecil lagi. Jenis barangnya pun tidak sebanyak yang di Korea. Gw sih cuma datang dan foto – foto sebentar aja lalu akhirnya balik hotel karena kecapean dan belum mandi juga dari pagi. (whooopssss =p)

 

wp-image-1993817082wp-image-428051621wp-image-2042317900wp-image-691004359

Lanjut ya, setelah check in hotel, sekitar jam 16:00 kita bertiga berusaha mencari taksi yang mau dinego untuk mengantarkan kami ke Chocolate Ville.

Chocolate Ville (ช็อคโกแลต วิลล์) adalah sebuah restoran dan taman yang instagramable di Bangkok hahaha. Dasar anak – anak jalan jaman sekarang. At least pasti nyari sesuatu yang instagramable. Konsep taman ini seperti di Eropa dan terdapat beberapa boneka beruang di sana. Udah kayak teddy bear museum yang di Korea aja. Untuk masuk ke sini tidak dikenakan biaya.

OK lanjut ke taksi nego. Akhirnya kami dapat taksi yang bersedia mengantar kami dengan biaya THB 1000 sudah termasuk highway dan PP lhooo. Taksi yang lain rata – rata maunya THB 1200 dimana gw menemukan hal ini annoying karena highwaynya ternyata ga sampe THB 200. Seinget gw even less than THB 100. Jadi betapa beruntungnya kami. Gw menyarankan kalau mau datang ke sini, pesan taksi yang bersedia menunggu seperti kami saja.

Saran yang lain bagi yang meu ke Chocolate Ville adalah, datanglah jam 4. Tunggu sampai jam 6 sore. Tempat ini memberikan pemandangan berbeda saat terang dan gelap.

wp-image-116730641

wp-image-439297219

Lanjut lagi dari Chocolate Ville, kami minta diturunkan di Big C dekat daerah Pratunam untuk berbelanja. Big C buka sampai malam banget, sekitar jam 23:00 (CMIIW), tapi jangan datang berbelanja saat sudah terlalu larut. Kenapa? Menurut teman saya, kalau datang terlalu larut, kita tidak dapat banyak pilihan lagi karena turis dari China kalau berbelanja suka ganas hahaha. Dari Big C, karena banyaknya barang bawaan, kami bertiga memutuskan untuk naik taksi lagi pulang ke hotel.

Tidak lama setelah pulang ke hotel, kami jalan lagi di Pratunam. Mau ke arah pasar malamnya. Eh, tidak disangka kami malah menemukan satu toko dimana ada beberapa barang di Big C yang dijual dengan harga lebih murah di toko ini (=.=”) Btw, toko semacam ini banyak bertebaran di area jalan Pratunam.

Lanjut lagi hari ke lima…

Tidak banyak yang bisa diceritakan karena sepagian kami hanya jalan – jalan di pasar Pratunam. Untuk berbelanja di Pratunam sendiri harus hati – hati karena tangan copetnya pada lihai. Dan perhatikan juga ketika belanja. Biasanya kalian sudah dikasih harga satu baju dan harga grosir adalah tiga baju. Perbedaan harga cukup signifikan. Harga yang mereka berikan tidak bisa ditawar lagi. Kalau mau beli, kalo ngga ya udah. Kalau yang datang khusus belanja banyak mungkin harga bisa lebih ditekan lagi.

wp-image-610250563

sempet makan Ice Cream Swesens di Platinum Mall THB 89

wp-image-1611168425

Ini salah satu makanan andalan saya di Pratunam. Kwetiaw dengan bakso ikan dan babi + kuah tom yum bening, Ini enak banget dan harganya cuma THB 50. Di dekat yang jual kwetiaw ini, ada yang jual Thai Ice Tea dengan harga hanya THB 25. Beda amat ama yang di Phuket. Lebih enak pula. Bikin kzl…

Para pegawai toko di Pratunam akan mulai membereskan tokonya di jam 16:00. Karena sudah cukup puas berbelanja, kami semua melanjutkan perjalanan ke Asiatique. Rencana sih malamnya mau ke Khaosan Road tapi ga jadi karena ternyata di Asiatique banyak toko menarik.

Kami pergi ke Asiatique pertama – tama menggunakan tuk – tuk. Seperti biasa, harga harus nego dan kami mendapatkan harga THB 200. Perjalanan terasa cukup jauh juga karena macet. Oh iya, kalau mau ke Asiatique naik tuk – tuk, sebutkan Saphan Taksin, karena kalau menyebut Asiatique, banyak yang tidak tahu. Saphan Taksin itu adalah salah satu stasiun BTS di sana. Karena malas jalan lagi, ya sudahlah kami naik tuk – tuk saja. Tuk – tuk nya cukup kalem kok. Ga bar – bar seperti review banyak orang.

Dari tempat kami turun (di dekat hotel Shangri La), kami berjalan kaki ke pier dan naik kapal gratis untuk sampai ke Asiatique. Kapalnya bergoyang cukup kenceng juga. Awal – awal naek lumayan mabok sih, tapi pemandangannya terlalu kece untuk dilewatkan.

wp-image-1475045422

kapal gratis ke Asiatique

wp-image-78512009

Welcome to Asiatique

wp-image-2062634979

Gembok cinta (yang sudah berkarat) 

wp-image-1969268068wp-image-1705714100

Dinner di Asiatique, lumayan mahal ga begitu enak sih. Tapi ya sudahlah.

Di Asiatique sendiri cukup menarik. Belanjanya ga terlalu mahal. Dan menurut gw kalau ada rencana datang ke sini, daripada nyari Mango Tango ke Siam Square, mendingan beli di sini. Gw nemu kaos yang harganya murah tapi bahannya enak banget di sini.

Dari Asiatique, kami bertiga kembali ke hotel. Kami naik tuk – tuk lagi karena sudah ga kuat jalan hahaha. Kali ini kami naik tuk – tuk lagi dan akhirnya kami merasakan sensasi naik tuk – tuk yang sesungguhnya. Gila Fast and Furious banget. Terus ngeliat kami bertiga bukannya takut malah ketawa, si bang abang tuk – tuk malah makin liar bawa tuk – tuk nya Lol.

Sampai di hotel, kami booking taksi untuk mengantarkan ke bandara Don Muang besok paginya.

Hari keenam, hari terakhir.

Karena masih ada beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, maka gunakanlah waktu kalian dengan bijaksana. Gw bangun lalu pergi sembayang ke Four Face Budha di Platinum Mall. Lanjut sembayang lagi di kelenteng di Pratunam. Setelah itu gw makan pagi dan belanja lagi.

Dodolnya adalah saat belanja hujan dong. Di pasar Pratunam mati lampu. Tapi sebagai wanita kekinian ku tak patah semangat. Gw pake flashlight di HP gw buat belanja hahaha. Setelah itu gw balik ke hotel dan siap – siap mandi segala sebelum berangkat ke bandara.

Tetep masih ada waktu beberapa jam, gw gunakan untuk beli makanan. Gw jalan ke bagian belakang pasar dan makan Mango Sticky Rice. Terdapat juga beberapa warung makan halal di sana.

Sebenarnya ga banyak yang bisa gw ceritakan di hari keenam ini. Karena setelah itu kami berangkat ke bandara Don Mueang. Ga macet. Cuma 30 menit perjalanan. Infonya sih, kalau berangkat dibawah jam 15:00 ga usah khawatir karena ga macet. Macet dimulai jam 15:00 keatas.

Kami naik Air Asia. Sempat melirik ke antrian Thai Airways, gile parah banget. Panjang banget antriannya. Air Asia masih lebih mendingan.

Kami menghabiskan beberapa jam di bandara Don Mueang dan walau capek tapi seneng banget sudah liburan ke Thailand. Makanan enak dan murah. Belanja seru. Ahhhhh See You Again Thailand =)=)=)

Fyi, makanan di Don Mueang mahal – mahal hahaha.

Pengeluaran hari ke 4

Uber dari Bandara Svarnabhumi ke Pratunam THB 500
Tol THB 75
SabX2 (sekba, 3 mie, 1 wonton, dan 1 aqua) THB 720
The Mango Garden (smoothies THB 110 dan Mango Sticky Rice Parade THB 165
Taxy Pratunam to Chocolate Ville THB 1000
Makan di Choholate Ville THB 400 (kurang lebihnya)
Beli jus jeruk THB 35
Taxy dari Big C to Pratunam THB 100

Total pengeluaran hari ke 4 kurang lebih THB 1100 (termasuk crepes yang gw lupa harganya tapi belum termasuk belanjaan gw hari itu sekitar THB 3000)

Pengeluaran hari ke 5

Makan pagi berupa kwetiaw THB 50 ; kulit babi THB 40 ; Thai Milk Tea THB 25
Pemb. air mineral THB 7
Makan siang berupa kwetiaw THB 50; babi goreng bagi bertiga THB 40 ; Thai Tea THB 20
Beli ice cream di Swesens THB 89 (strawberry premium Ice cream)
Tuk – tuk fr Pratunam to Saphan Taksin THB 200
Dinner THB 643 (gw ama Yosefa yang makan karena Sheila udah kangen Japanese food)
Tuk – tuk fr Saphan Taksin to Pratunam THB 200
DP taxy ke Bandara THB 200

Total pengeluaran hari ke 5 kurang lebih THB 820 (belum termasuk belanjaan gw untuk baju sekitar THB 2500 dan belanja di Tao Kae Noi sekitar THB 650)

Pengeluaran hari ke 6

Makan pagi kwetiaw THB 50 ; Thai Tea THB 20
Makan crepes THB 80
Makan Mango Sticky Rice THB 60
Beli air, 2 pcs kue ham cheese, tissue THB 95
Pelunasan taxy ke andara THB 500
Concierge THB 20

Total pengeluaran THB 420 (belum termasuk belanjaan gw sekitar THB 1000)

Kalau ditotal semua dari hari pertama sampai terakhir, pengeluaran gw adalah sbb :
Tiket Jakarta – Phuket ; Phuket Bkk ; Bkk – Jakarta + hotel di Phuket kurang lebih Rp 3.300.000
Hotel di Bkk kurang lebih Rp 420.000
Day 1 THB 2368
Day 2 THB 816
Day 3 THB 425 + pelunasan di Mrs Lada THB 2600 bagi bertiga = kurang lebih THB 1300
Day 4 THB 1100
Day 5 THB 820
Day 6 THB 420
Total untuk perjalanan Thailand adalah Rp 3.300.000 + Rp 420.000 + Rp 2.876.400 (kurs 421,5) = Rp 6.600.000 (pembulatan)
Belanja = THB 7200 atau sekitar Rp 3.034.800

Kalau gw buletin semuanya, kurang lebih untuk perjalanan dan belanja gw abis Rp 10 juta (sebenarnya kurang dari ini sih)

Kok mahal?

  1. kami ga mau repot dengan tetek bengek, makanya banyak naik taksi, tuk – tuk, uber dll. Kalau kalian bersedia lebih repot, bisa pakai BTS, itu akan jauh lebih murah
  2. kami dari Phuket ke Bkk naik Thai Airways dimana itu sekelas dengan Garuda Indonesia. Jika ingin menekan biaya, tersedia airline dengan harga 1/3 dari Thai Airways.
  3. kami ga hemat di makanan. Mau makan apa ya hajar aja.
  4. Tour dan penjemputan segala macam, tentu saja jika kalian traveller dengan sedikit barang bawaan, bisa dapat harga lebih murah. Kami tiga cewek dengan ukuran bagasi gede – gede terutama gw hahaha
  5. hotel yang kami pilih bukan budget hotel banget. Kalau mau yang lebih murah lagi bisa dicari di Khaosan Road atau backpacker hotel juga banyak kok
  6. Tiket yang kami ambil juga bukan yang promo. Kalau ambil yang promo pasti bisa lebih murah lagi

Intinya kami travelling ga mewah tapi kami berusaha membuat acara travelling ini senyaman mungkin.

Terima kasih sudah membaca jurnal perjalanan gw ke Thailand.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s