Jalan – Jalan Thailand Day 1 : Phuket

Karena si bungsu dan bungsu ipar request untuk dituliskan itinerary perjalanan ke Thailand, maka baiklah. Gw percepat tulisan catper gw ke Thailand di sela – sela sepuluh menit sebelum pulang kantor. Alkisah ditinggal enam hari, kerjaan numpuk dan semuanya urgent. Hasilnya gw rada mabok liatin angka.

Kisah ini dimulai dari terminal dua bandara Soekarno Hatta, gw ma dua teman gw akhirnya capcus pakai Malindo ke Kuala Lumpur. Perjalanan lumayan smooth dengan sedikit turbulence. Btw, gw surprise ternyata pesawat Malindo itu mantap lho. Interiornya bagus, pesawatnya masih baru, bersih. Gw suka. Selain itu, disediakan snack hangat berupa kue dengan taburan bahan pizza di dalamnya dan cupcake rasa red velvet. Untuk kue sendiri ada pilihan vegetarian dan ayam. Endes banget.

wp-image-1420777390ini yang ayam

Sampai di KL, kami makan di Old Town Coffee. Gw memesan honey lime yang hot dan seporsi kwetiaw pakai bakso ikan. Apa ya namanya gw juga lupa. Setelah itu ga lama naik pesawat Malindo lagi untuk flight ke Phuket. Dapet makanannya sama juga ama yang sebelumnya. Cuma kali ini gw pesan yang vegetarian.

makan di Old Town White Coffee

wp-image-161566998ini pilihan makanan di Malindo yang vegetarian

Sampai di Phuket, imigrasinya dong lama banget. Ternyata imigrasi di Thailand itu ketat. Pastikan semua kolom terisi sampai alamat tempat tinggal di Thailand pun harus terisi dengan lengkap jadi kita tidak menghambat imigrasi. Ini penting bagi kita sendiri supaya cepat kelar urusan imigrasinya dan untuk orang lain agar kita tidak menghambat imigrasi orang lain.

Keluar dari bandara, ketemu satu tempat jualan sim card True Move seharga 150 THB dengan penggunaan internet unlimited. Dibantu untuk aktifkan pula. Setelah itu, kami bertemu Mrs. Ladda, tour agent yang sudah gw book dari Indonesia untuk penjemputan di bandara, tour ke James Bond Island, dan pengantaran ke bandara. Gw akan memberikan 4.5 dari 5 bintang untuk Mrs. Ladda. Bahasa Inggrisnya mudah dimengerti, informatif, dan tour yang dia berikan memang bagus.

Kami menginap di daerah Khathu tepatnya di Golden House Hotel Patong dimana satu kamar untuk tiga orang. Selesai urusan check in, kami pergi ke daerah Banzaan Night Market untuk makan malam. Kami naik tuk – tuk untuk ke daerah ini. Satu private tuk – tuk seharga 200 baht bisa diisi kurang lebih 8 orang ideal, 10 orang kalau mau desak – desakan ala angkot. Perjalanannya sendiri ga terlalu jauh sih. Cuma 5 – 10 menit sepertinya. Kami turun tepat di seberang Banzaan Night Market, tepatnya di depan restoran / bar / café => me not sure, yang di atasnya ada acara Thai Boxing. Tempatnya meriah banget. Lokasi Banzaan Night Market sendiri ideal banget. Di pusat keramaian dan dekat sama Mall Jungceylon. Gw sendiri ga ke Jungceylon sih. Karena apalah paedahnya kalau keluar negri terus ngemol lagi. Mendingan ke Night Market nya dimana kita bisa berinteraksi dengan local.

wp-image-1332081233

wp-image-1624689731

wp-image-79501997

tuk tuk di Phuket heboh dan kece tapi ga se fast and furious tuk – tuk Bangkok

wp-image-735278668

wp-image-365286544

pemandangan seberang Banzaan Night Market

Kembali ke Banzaan Night Market. Pertama kali turun di depan sudah banyak yang jual seafood. Tapi kami memilih untuk beli seafood di dalam pasar. Menurut food blogger sih, untuk seafood segar paling mantap di sini. Dan gw harus akui bahwa seafood di sini segar. Dan mahal =( Satu hal ya yang gw sebel dari orang – orang yang berjualan di Banzaan Night Market itu adalah mereka suka banget nyolek – nyolek orang. Ai sebal. Memang ai cewek apaan. Kesel sih hahaha.

Kami bertiga akhirnya membeli satu ekor lobster, kerang, kerang bambu, dan kepiting. Nah satu hal lagi nih yang gw curiga di sini. Kayaknya semua timbangannya udah di set 500 gram atau semua seafoodnya sudah di set 500 gram deh. Kok kita makan semua ukuran timbangannya bisa sama ya? Heran kan? Is this tourist scam? #tanyakenapa. Gw curiga kalau banyak nawar sih bisa. Tapi karena kami bertiga udah males nawar karena laper, jadi ya wes lah.

Lanjotttt setelah beli seafood, kami bawa ke lantai dua untuk dimasak. Di lantai dua pun kudu nawar dong booooo… Gw orang nawar dari satu counter ke counter lain. Diitungin biayanya. Kalo ga mau ya pindah ke counter yang lain lagi. Beteweeeeee, di sini ngomongnya pake bahasa Mandarin dong. Bahasa Inggris mereka ga terlalu bisa, tapi bahasa Mandarinnya jago banget booooo… Enak didenger.

Nah inilah penampakan makanan kami.

wp-image-1199291623

Kepitingnya biasa aja. Dimasak daun bawang dipakein black pepper. Maka disebutnya kepiting black pepper yang tak terlalu terasa black pepper nya dan royal terhadap daun bawang. Lebih cocok disebut kepiting daun bawang daripada kepiting black pepper.

wp-image-1900960770

Kerang bambu ditumis saus tiram

wp-image-1891484244

Kerangnya aja dimasak bawang putih ini endues banget

wp-image-1913816995

Lobsternya juara, dimasak bawang pake saus mayonnaise

wp-image-749020996

full team 

Dan untung kami makan di dalam pasar karena ternyata ujan deres pas kami mulai makan.

Lanjut dari sana, kami jalan ke night market di seberang Jungceylon. Ternyata banyak yang jual makanan. Aku ingin kalap mata tapi ku masih  teringat timbangan. Akhirnya kami Cuma beli jus jeruk yang ga enak dan pas si mbaknya angkat tutup air dan gula nya yang tak tertutup dengan sempurna, ada air meluap dari sana. Ku merasa ada tumpahan air hujan di atas tutup itu. Pasti jus yang gw orang minum ada ketumpahan air hujan yang jatuh ke bahan – bahan dia juga. Ya sudahlah.

wp-image-1093366251

bukan kaki gw

wp-image-1044439460

penampakan pasar malam

Muter lagi di night marketnya, ketemu fried ice cream rolls yang dibuat dengan susu dan buah aseli. Rasanya endues banget deh.

wp-image-1840503413es krim gorengnya kakak… 

Habis makan gw orang balik jalan kaki ke hotel. Gw balik duluan ke hotel, Sheila dan Yosefa jalan dulu di Malin Plaza untuk beli makanan.

wp-image-1493609901

truck bar 

wp-image-1989477589

dalam perjalanan pulang

Balik – balik dia orang bawa moo ping alias babi bakar, iga babi, lays, air putih 1,5 liter 2 botol. Kami harus istirahat lebih cepat sih biar ga tepat untuk perjalanan ke James Bond Island hari berikutnya.

wp-image-1550961992

wp-image-1045533903

wp-image-868547395makanan Thailand 

Rincian pengeluaran hari pertama

  1. Kartu perdana True Move internet unlimited untuk 7 hari THB 150
  2. Bayar DP Ke Mrs. Ladda THB 3.000 (James Bond Island THB 1.400/ person , jemput dan antar ke Bandara @ THB 700 = THB 1.400 total = THB 5.600) => dibagi bertiga
  3. Ke Seven Eleven beli Yakult THB 10 dan air mineral Nestle THB 7
  4. Naik tuk – tuk THB 200 dibagi bertiga
  5. Makan Losbter, kepiting, kerang bambu masing – masing jenis setengah kilo total THB 2.500 + masak THB 400 + nasi THB 20 => dibagi bertiga (nasinya ngga bagi bertiga ding)
  6. Beli jus orange bercampur air hujan THB 40 => dibagi bertiga
  7. Es krim goreng THB 100 => dibagi betiga
  8. Beli mooping (sate babi) THB 120 dan sate iga babi THB 130
  9. Beli dua botol air mineral nestle, yakult satu botol gede, dan susu THB 112

Total pengeluaran hari pertama kurang lebih adalah THB 2.368

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s