Odontektomi alias Operasi Gigi Bungsu (bius lokal)

Setelah mengalami operasi gigi bungsu dengan bius total (baca di sini), kali ini gw harus melakukan operasi gigi bungsu lagi dengan bius lokal. Jadi gigi geraham bungsu sebelah kiri bawah gw ini menunjukkan tanda – tanda bermasalah. Dia mulai memberontak keluar dan menunjukkan eksistensinya.

impaksi
Source : dewirismala.wordpress.com
Dan tidak, dia bahkan tidak berucap maaf atas kehadirannya di dalam mulut gw.

Awalnya, kehadirannya tidak terlalu mengganggu. Gw malah berharap dia bisa tumbuh dengan baik dan menggantikan satu gigi geraham gw yang sudah dicabut. Tapi ternyata gigi geraham bungsu gw ini tidak bisa tumbuh sempurna. Dia tumbuh miring dan malah mengganggu gigi geraham di sampingnya. Posisi terakhir sebelum dicabut, dia mengakibatkan makanan terselip diantara geraham dan si bungsu ini. Saat makanan dikorek, gusi gw jadi suka berdarah. Dan walaupun ga terlalu sering, terkadang muncul sensasi cenat cenut disana. Ga sakit sih, tapi bagi gw ini cuma tinggal menunggu waktu saja sampai dia akan mengakibatkan rasa sakit di mulut gw.

Tidak mau sakit dua kali (sakit gigi dl baru dioperasi kan sakitnya dua kali), gw memutuskan untuk melakukan operasi pada gigi bungsu gw ini. Kenapa operasi? Karena lokasinya ada di dalam gusi sehingga gusi gw harus dibuka untuk mengeluarkan si bungsu. Dan gw walaupun sudah pernah melakukan tindakan operasi gigi bungsu, teteup dong googling buat nyari prosedurnya. Lalu gw parno sendiri. Apa – apaan gw ini.

Akhirnya gw memberanikan diri membuat janji untuk tindakan operasi di Olivia Oscar Dental Center yang lokasinya ada di samping Daily Mart Apartemen Mediterania Garden Residence 2, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ini tempat dokter gigi kepercayaan gw selama di Jakarta. Gw dapet kesempatan di hari Rabu karena dokter untuk operasinya hanya ada di hari Rabu.

Hari Rabu gw jam 16:00 udah ijin dulu dari kantor untuk menghindari macet. Tahulah di daerah Central Park itu macetnya ampun deh. Sampai di mall Central Park, gw makan dulu. Satu porsi iga otot penyet dan jamur. Iga otot penyetnya mahal. Rp 55.000 belum tax and service (padahal servicenya jelek banget tapi kena 7% boooooo…) cuma dapet 2 iga dan 1 otot. Perut kenyang hati deg – degan. Gw akhirnya beli cap kaki tiga, gw minum dulu. Lalu beli sikat dan pasta gigi untuk gosok gigi sebelum dioperasi. Ini penting ya. Sebelum operasi wajib sikat gigi dulu.

Hari itu gw operasi dengan Drg. Johan, Sp BM. Melihat dari titlenya, udah pada tahu dong kalau dokter ini spesialis bedah mulut. Dokter Johan menjelaskan ke gw banyak hal yang perlu gw tahu. Prosedurnya, gw akan dibius, saat mulut gw baal, gusi gw akan dibuka (dokter ga pake istilah akan dibuka, dia jelasin dengan istilah apa gitu, pokoknya ga serem lah jadi gw yang akan operasi juga tenang), lalu gigi bungsu dikeluarkan, dan dijahit. Udah deh. Kayaknya penjelasannya simple banget. Lalu dijelaskan juga hal – hal yang mungkin terjadi setelah operasi seperti sakit, infeksi, bengkak, dan sariawan. Untuk itu gw akan diberikan obat setelah operasi.

Akhirnya gw pun disuntik bius lokal. Kalau yang gw baca pas googling, prosedur ini sakit. Kenyataannya ngga tuh. Ga sakit kok. Gw ampe surprise. Setelah itu gw diminta menunggu diluar sampai mulut gw baal karena ada satu pasien yang mau lepas benang. Btw digilir begini karena kebetulan mati lampu. Hanya satu ruangan yang maksimal digunakan untuk prosedur operasi. Ini mati lampunya bukan disengaja kok tapi karena PLN. Jadi ya gw ngalah nunggu bentar.

Ternyata ga sebentar, lumayan lama juga gw nunggunya. Apa pasal? Ternyata pasien tersebut ga sikat gigi selama seminggu setelah gigi bungsunya dicabut. Bengkaknya sampai gede banget. Akhirnya sama dokternya harus dikeluarkan nanah dari dalam mulutnya. Jadi jangan lupa sikat gigi sesuai petunjuk dokter ya. Kalau dokter gw menyarankan besok paginya sudah boleh gosok gigi tapi pelan – pelan saja. Walau habis operasi, ga ada alasan takut yang mengakibatkan kebersihan gigi tidak dijaga.

Setelah mulut gw baal, gw masuk ke ruangan dan muka gw ditutup dengan kain hitam. Prosedur operasi pun dimulai. Pertama di tes dulu dengan cara ditusuk – tusuk di beberapa titik. Ditanyakan apakah sakit atau tidak. Kalau di beberapa titik itu sudah tidak sakit, operasi pun dimulai. Gw ga tahu apa yang dilakukan, tapi terdengar suara dokternya.

“Ini akan terdengan suara ngggggg gitu ya.” = maksudnya di bor

“Ini akan terdengar suara tek gitu ya.” = maksudnya gigi gw dipotong biar gampang ngeluarinnya

“Ini akan terasa ditekan – tekan ya.” = nah ini gw ga tau dah apa. Mungkin pas gigi gw ditarik keluar?

Yang pasti sih gw ngerasa kayak mulut gw itu lahan galian kabel optik. Dan ga berapa lama tau – tau ada berasa benang aja dan kelar deh. Ga lama prosedur operasinya cuma sebentar. Habis itu diminta kumur – kumur aja dan gigit kapas dengan mantap selama 1 jam.

Tujuan penggigitan kapas adalah supaya darah membeku karena pada dasarnya darah itu membeku selama 1 jam. Kadang ada yang lebih cepat, kadang ada yang lebih lambat. Setelah itu kapas dilepas. Udah habis itu jangan gigit kapas lagi ya. Ini juga penting. Pokoknya ikuti sesuai arahan dokter saja. Jangan lupa juga kalau ada ludah jangan dilepeh. Telen aja darah dan ludah itu. Setelah operasi ga boleh meludah. Gw akui sih menelan darah dan ludah membuat tenggorokan gw sakit. Itulah mengapa gw membeli cap kaki tiga supaya gw ga panas dalam setelah operasi si bungsu ini.

Lalu gw dikasih resep yang harus ditebus. Gw beli di apotek Roxy, Tanjung Duren. Terdiri dari 3 obat minum dan 1 obat kumur. Obat minum terdiri dari Cefixime antibiotik, Arcoxia anti sakit, dan Cataflam anti bengkak. Obat kumurnya sendiri dapat minosep.

Jangan lupa juga untuk dikompres dan banyak istirahat supaya cepat sembuh. Yang gw khawatirkan dari operasi ini sih cuma dry socket aja sih, selain itu gw udah ga khawatir lagi. Makanya gw habis operasi ini ga berani macem – macem. Apa itu dry socket? Coba di googling ya.

So far ini udah hari ketiga sejak gw cabut. Hari pertama gw bed rest di rumah. Badan gw capek banget. Gw kompres gigi gw seharian. Makan bubur, jur jeruk, dan alpukat saja. Hari kedua minum jus jeruk, alpukat, dan makan sup asparagus kepiting. Ini hari ketiga pagi – pagi gw udah minum jus jeruk sama makan nasi tim. So far selama tiga hari ga ada rasa sakit yang berarti, jadi menurut gw dokter ini bagus =)

So… bagi kalian yang mau operasi gigi bungsu, jangan takut. Lakukan saja asal cari dokter yang tepat. Dokter gigi terbaik untuk melakukan operasi gigi bungsu adalah Sp. BM alias spesialis bedah mulut. Jangan tunggu sampai sakit dan berlarut – larut ya.

4 thoughts on “Odontektomi alias Operasi Gigi Bungsu (bius lokal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s