Day #10 Write About Something For Which You Feel Strongly

Ga ngerti artinya. Ini maksudnya gimana ya jadi gw artikan sendiri – sendiri aja ya. Karena kayaknya ini bukan hal yang membuat gw merasa kuat atau apa deh. Jadi dari hasil googling gw menemukan satu penjelasan tentang ini. Jadi di bidang apakah kamu merasa paling concern dan sampai punya opini yang kuat mengenai hal itu.

Gw rasa dari dulu gw lumayan concern masalah pendidikan ya. Pendidikan itu penting, bukan hanya untuk masalah kepintaran tapi juga membentuk watak. Pendidikan pertama datang dari keluarga. Setelah itu beralih ke pendidikan di sekolah. Di rumah, keluarga membentuk watak awal seorang anak dengan cara mendidiknya. Gw kasih contoh, tahu dong Kirana yang booming banget di instagram itu. Bisa dilihat perkembangannya, dari kecil Kirana dididik dengan baik oleh Ibok. Kita bisa mempelajari itu dari tata bahasa Kirana sehari – hari dan sikapnya juga. Menurut gw, Kirana itu anak yang baik yang bertumbuh dengan baik sesuai anak seusianya. Gw juga bisa melihat ruangan bermain Kirana yang penuh dengan alat – alat permainan sesuai usianya. Gw suka bekerja, tapi kalau ngeliat Kirana gw pengen jadi FTM deh. Jadi bisa nemenin anak gw terus di rumah, ngajarin dia banyak hal. Karena masa kecil anak – anak ga berulang untuk kedua kalinya.

Kedua dan tidak kalah penting adalah pendidikan di sekolah dan masyarakat. Nah pendidikan kedua ini juga ga kalah penting. Ada gap besar antara pendidikan di rumah dengan di sekolah dan masyarakat. Bahwa kalau di rumah, seorang anak akan dilindungi dengan baik, berbeda dengan pendidikan di sekolah dan masyarakat dimana seseorang akan “dipaksa” untuk menjadi seseorang.

Saya jadi ingat pernah berdiskusi dengan seorang teman. Apa sih beda guru bule ama guru lokal? Dalam pelajaran bahasa Inggris, kalau guru lokal “Kamu salah. Ini seharusnya begini begini begini…” Kalau guru bule, “Ya bagus sekali apa yang sudah kamu sampaikan. Tetapi akan lebih baik jika begini begini begini.”

Ada lagi cerita tentang seorang yang sedang menempuh pendidikan S3 di Amerika. Dia mempunyai seorang anak yang masih SD. Sepulangnya dari sekolah, anaknya menunjukkan hasil tulisannya ke ayahnya ini. Nilai A terlihat di sana. Ayahnya melihat hasil tulisan tersebut dan keesokan harinya menemui guru yang memberikan nilai A tersebut. Ayahnya berkata,”Apakah Anda tidak salah memberikan nilai A untuk tulisan anak saya ini? Begitu banyak kesalahan pada grammarnya. Jika jadi Anda, saya akan memberi nilai E pada tulisan anak saya ini.” Guru itu tersenyum dan berkata,”Anda melupakan kenyataan bahwa anak Anda bukanlah seorang native American dan baru pindah kemari. Dia menuliskan semua itu dengan segala effort yang dia punya. Untuk itu saya memberikan nilai A. Tentunya penilaian tersebut akan berbeda jika saya menyuruhnya untuk menuliskan dalam mother language nya dan ternyata dia melakukan kesalahan – kesalahan itu.”

See the difference?

Pendidikan penting. Memilih guru yang baik itu sangat penting. Memberikan tunjangan terbaik bagi guru terbaik lebih penting lagi. Hal itu yang kadang suka dilupakan oleh orang – orang. Setahu saya, gaji seorang guru tidak terlalu tinggi. Saya cukup sedih melihat kenyataan ini. Padahal guru itu penting dan harus diperhatikan kesejahteraannya. Semoga kedepannya, pendidikan di Indonesia bisa semakin maju. Bukan hanya kuantitas sekolah saja ditambah tetapi juga kualitas pendidikannya bisa diperbaiki.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s