Kursus Brevet AB di IAI Daan Mogot

Hari minggu tanggal 11 Desember 2016, akhirnya kelas brevet AB kelas weekend angkatan 46 selesai juga. Setelah 4 bulan bangun setiap pagi di hari Sabtu dan Minggu, akhirnya bisa merasakan lagi liburan di hari Minggu. Benarkah? Yah itu sekedar mimpi sih. Hari Sabtu kerja sampe siang. Hari Minggu juga bangun pagi lagi, beresin apartemen, lalu baru bisa senang – senang. Jadi sebenarnya ada atau ga ada brevet, ga ada bedanya ama rutinitas Sabtu Minggu gw. Bahkan kalau ada brevet, gw lebih ga capek. Sabtu kelas sampai jam 12 lalu bisa pulang ke rumah. Kalau kerja? Kerja sampai jam 2 siang, belum lagi harus ngadepin macet, kurang lebih jam 4 atau jam 5 sore baru bisa pegi jalan – jalan.

Loh~ ngelantur.

OK, kembali ke topik semula. Jadi keinginan mengikuti Brevet ini dimulai dari gw. Lalu gw pun menghasut sepupu gw buat ikut. Akhirnya kita berdua pun cari – cari info. Awalnya mau masuk yang di Trisakti aja karena kelasnya full seharian hari Sabtu. Apalagi makin setelah setahun bikin rencana tapi ga daftar – daftar, keinginan gw pribadi untuk ikut Brevet semakin memudar. Malah sepupu gw yang semangat. Kembali ke Trisakti. Gw udah telepon, cari info segala macam. Tapi sepertinya memang jodoh gw di IAI deh. Setelah berkali – kali ditolak karena kelas penuh, akhirnya gw dan sepupu gw dapet juga 2 slot kosong untuk kelas yang mulai di bulan Agustus. Itupun daftarnya dengan desakan dari sepupu gw. Dia yang cari – cari info, bantu daftar, dan segala macamnya. Kalo ga sih pasti gw undur lagi hahaha.

Selama kursus di IAI banyak ga manfaatnya? Sejujurnya, YA. Banyak sekali ilmu – ilmu perpajakan dan pembahasan – pembahasan menarik yang tidak pernah gw bayangkan. Tapi… ada tapinya nih… Karena muridnya itu gw, ya kalau yang udah kenal gw pasti tahulah gw gimana, jadi gw cuma bisa hitungannya aja. Padahal yang penting saat mengikuti Brevet adalah undang – undang dan pembahasannya. Sayangnya, inilah kelemahan terbesar gw. To be fair, sebenarnya dari pengajarnya sendiri, materi sudah disiapkan sesimple mungkin untuk dimengerti dan dipahami. Otak gw baru bisa on ketika pembahasan kasus dimulai. Jadi gw tidak bisa menyalahkan materi maupun pengajarnya. Tapi memang dari gw nya aja yang bebal Lol.

Jadi selama kursus di IAI ini gw dapet beberapa pengajar, tapi ada tiga yang membekas di hati gw. Pertama, Pak Bravo Aldito. Kedua, Pak Lely Hariyanto. Ketiga, Pak Daniel Peterson. Mari kita bahas satu per satu.

Pak Bravo Aldito adalah pengajar favorit gw. Sayangnya gw Cuma dapat satu materi sama dia yaitu PPh 21. Cara mengajarnya enak, penguasaan materinya bagus, selera humornya bagus, sayangnya sudah beristri. OK yang terakhir gw cuma bercanda. Intinya adalah sepanjang kursus brevet, dia adalah pengajar terbaik yang gw dapatkan. Kalau nanti ada yang tertarik ikut brevet di IAI Daan Mogot dan dapat kelasnya Pak Bravo, pasti ngerti deh maksud gw.

Pak Lely Hariyanto. Beliau pengajar paling ramah di IAI. Gw suka saat Pak Lely sudah mulai bahas kasus. Beliau juga sabar dan baik sekali kalau lagi menerangkan.

Pak Daniel Peterson. Pengajar gw yang paling lama. Jadi sepanjang empat bulan, setengahnya gw orang habiskan sama Pak Daniel. Jadi jangan heran kalau pas hari terakhir gw ama lima orang teman sekelas di brevet ngumpul, gosip tentang dia paling banyak. Apalagi dia masih muda. Nah diluar masalah kami bergosip, bagi gw pribadi Pak Daniel adalah harddisk komputer. Sampai saat ini gw masih belum menemukan formulanya dia bisa hapal undang – undang sebegitu banyaknya. Sumpah, untuk yang satu ini gw salut banget sama dia. Walaupun ekspresinya dia rada jutek, tapi gw harus akui dia menguasai apa yang diajarkan. Gw paling suka saat dia sudah mulai bahas kasus dan gw paling suka nanya masalah pajak sama dia karena dia selalu bisa jawab pertanyaan gw tentang pajak dengan baik jd gw bisa ngerti.

Nah, mereka adalah tiga pengajar terbaik yang gw dapatkan di IAI.

Untuk materinya sendiri ada KUP A (gw ga datang di pertemuan pertama), PPh OP, PPH Pot Put (gw da datang di pertemuan pertaa yang bahas tentang Pot Put PPh 21), PBB, Bea Materai, PPN A, KUP B (gw ga datang di dua pertemuan karena gw di Korea), PPh Badan (gw ga datang sekali pas pertemuan terakhir karena teman gw married di Bali), pemeriksaan pajak, PPN B, Akuntansi Perpajakan, e-SPT. Biaya kursus brevet sendiri adalah Rp 4.000.000 gw cicil 2 kali.

Nah itulah sekilas mengenai Brevet AB di IAI Daan Mogot. Semoga mendapat pencerahan.

Akhir kata, inilah tampang keenam penggosip tersebut =P

20161211_141302

20161211_141459

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s