Ortho part 2

Congratulation for me. Akhirnya saya sudah melewati enam bulan pasang behel.
* angkat gelas bir tinggi – tinggi.

Jadi kemarin saya ke dokter ortho langganan saya. Setelah bersihin karang gigi, akhirnya saya diskusi dengan dokternya mengenai melepas kawat gigi. Dikarenakan satu dua alasan, akhirnya saya memutuskan untuk melepas kawat gigi (alasan dari saya pribadi tentunya). Nah akhirnya kami berdua berdiskusilah mengenai hal ini.

Pertama – tama aku dijelaskan mengenai biaya yang ga akan saya sebutkan di sini karena hal ini sebaiknya dibicarakan dengan dokter masing – masing. Yang pasti saya harus menyiapkan cukup banyak biaya dikarenakan kondisi gigi saya.

Permasalahannya adalah :

  1. Gigi sebelah kiri saya dulu sempat dicabut. Jadi bolong satu geraham. Hal itu menyebabkan saya harus memakai gigi palsu agar gigi yang sudah diperbaiki tidak kembali goyah.
  2. Retainer sudah pasti harus pasang lah ya. Jadi retainer harus dipakai pagi dan malam hari selama dua tahun. Selepas dua tahun, retainer cukup dipakai di malam hari saja selama saya agak lupa antara setahun atau dua tahun. Setelah itu, retainer sudah bisa dilepas.
  3. Saya ada satu gigi yang sudah mati terletak di bagian depan. Harus dilakukan perawatan oleh dokter gigi (bukan dokter ortho) untuk gigi yang satu itu.

Bahas dulu ya satu – satu.

Masalah gigi palsu. Jadi di antara tahun 2009 atau 2010 saya agak lupa, saya melakukan kebodohan yang tak termaafkan, yaitu mencabut gigi geraham saya karena MALAS kalau harus perawatan akar. Kenapa sampai harus dirawat akarnya yang akhirnya malah saya cabut, itu adalah akibat perbuatan seorang dokter gigi yang tidak akan saya sebutkan namanya di sini yang menambal gigi saya tapi ga dibersihkan dengan baik sehingga mengakibatkan gigi saya rusak sampai akarnya. Akhirnya gigi sayapun saya pilih untuk cabut tanpa mengetahui konsekuansinya. Akibatnya gigi bawah saya menjadi goyah dan miring ke kanan. Beberapa gigi pun akhirnya berputar dan harus dibenahi. Ketika akan melepas kawat gigi, maka dokter saya akan mengisi bagian kosong tersebut dengan gigi palsu agar hasil orthonya tidak berantakan lagi dan juga agar gigi atas tidak ‘jatuh’ karena kekosongan gigi bawah. Kira – kira itulah gambaran dari saya si orang awam. Untuk gigi palsu, ada tiga jenis gigi palsu yang ditawarkan beserta kelebihan dan kekuranganya.

  1. Aklirik : ini jenis paling umum digunakan. Bahkan jenis gigi palsu ini sudah dipakai sejak jaman mama dan papa saya. Jadi untuk gigi ini memiliki plat berbahan aklirik bewarna merah yang melintang disepanjang gigi dan memiliki kawat dikedua ujungnya sebagai pegangan. Jenis gigi palsu ini paling bagus bagi orang yang membutuhkan gigi palsu dalam jumlah banyak. Kelebihannya : paling murah. Kekurangannya : membutuhkan kawat sebagai pegangan di kedua ujungnya sehingga membuat gigi yang dipegang lama – lama menjadi goyah.Gigi-Palsu-Murah-dan-Bagus-di-Jakarta
  2. Valplast : plat untuk valplast fleksibel dan tipis sehingga mudah dan nyaman digunakan.

    One-Tooth-Valplast

  3. Kerangka Logam : prinsipnya sama seperti aklirik tetapi menggunakan logam sebagai dasarnya sehingga lebih tipis dan ringan sehingga lebih nyaman digunakan.

    gigi2

Masalah retainer. Setelah kawat gigi dilepas, tidak berarti masalah selesai. Maka saya harus menggunakan retainer untuk menjaga bentuk gigi agar tidak kembali berantakan seperti semula. Ada tiga jenis retainer yang bisa digunakan, yaitu :

  1. Retainer Hawley yang prinsipnya sama dengan gigi palsu aklirik dan ada kawat di depannya. Kelebihannya adalah retainer ini lebih awet dan tidak gampang rusak serta tidak bermasalah kalau saya minum yang panas – panas. Ini penting karena saya setiap hari suka sekali minum teh panas. Selain itu untuk retainer hawley ini memberi keuntungan bagi orang seperti saya yang memiliki satu daerah kosong karena pencabutan gigi karena bisa dibuat satu gigi untuk mengisi kekosongan itu (kembali lagi karena prinsip retainer hawley ini sama dengan gigi palsu aklirik). Kekurangannya, plat aklirik di gigi bagian atas akan membuat penggunanya berbicara seperti cadel.

    hawley-retainers

  2. Retainer clear ini seperti invisalign. Bentuknya bening dan mudah digunakan, pun merupakan pilihan yang paling murah. Kekurangannya adalah retainer ini juga mudah rusak, jadi cukup merepotkan bagi saya yang merupakan pecinta teh panas.

    Essix-retainers

  3. Retainer permanen. Untuk retainer jenis ini akan ditanam di belakang gigi. Kalau saya tidak salah ingat enam gigi atas dan enam gigi bawah (CMIIW). Kelebihannya tidak usah repot pasang lepas pasang lepas. Kekurangannya adalah susah untuk menggunakan dental floss, bagi orang yang mudah bolong giginya seperti saya, setiap kali mau tambal gigi, retainer ini harus dilepas dulu sebelum tambal gigi. Kalau giginya sudah selesai ditambal baru dipasang lagi, dimana untuk ini ya harga retainer baru lagi.

permret

Masalah gigi mati. Letaknya di bagian depan. Dokter yang dulu menangani di gigi mati lupa mengisi kekosongannya dengan sempurna. Sehingga ketika dirontgen, bisa terlihat kekosongan di gigi saya. Akibatnya harus dibongkar ulang dan dibenahi lagi. Untuk ini tidak dilakukan oleh dokter ortho tetapi oleh dokter gigi (dentist). Nah, selesai dibenahi, warna si gigi mati akan berbeda dengan gigi di sampingnya. Maka saya diberi piluhan untuk membenahi si gigi mati ini, saya diberikan tiga pilihan yaitu crown atau whitening. Kok Cuma dua? Iya, untuk crownnya ada dua pilihan antara metal dan satunya lagi saya lupa nama bahannya. Gambaran untuk crown bisa dilihat gambar di bawah.

crown1

Setelah itu semua, tidak boleh lupa juga untuk rontgen gigi lagi, lalu cetak gigi, foto, dan lain sebagainya.

Nah itu sekilas tulisan dari saya si orang awam mengenai masalah melepas kawat gigi. Jadi gimana nih setelah setengah tahun?

Tidak bisa diungkapkan dengan kata – kata, saya bahagia sekali melihat progress gigi saya selama setengah tahun ini. Bisa dikatakan profil wajah saya juga berubah dibandingkan profil wajah saya dulu. Memang bete pakai kawat gigi, tetapi kalau melihat hasilnya, apalagi saat saya bandingkan gigi saya dulu dengan sekarang (saat saya melihat profil cetakan gigi saya sebelumnya), perubahannya bisa dibilang signifikan.

Sekian saja curcol saya mengenai si kawat gigi. Ahhhhh life is good.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s