The Martian

Bagaimana rasanya terdampat di sebuah planet tidak berpenghuni dan kamu berada sendirian di sana dengan perlengkapan seadanya? Insting bertahan hidup akan membuat kita hidup dan mencari cara untuk melanjutkan hidup, bagaimanapun keadaannya. Insting itulah yang dimiliki oleh Mark Watney, seorang astronot dalam misi perjalanan ke Mars. Karena ketidaksengajaan yang terjadi saat badai terjadi, ia tertinggal di planet tersebut. Berusaha menggunakan otaknya untuk bertahan hidup dan mencari bantuan di planet yang jauh dari kata ramah tersebut. Syukur bahwa Mark adalah seorang ahli botani yang juga cerdik sehingga bisa mencari cara untuk mempertahankan diri di planet tersebut.

Tetapi sepandai – pandainya seseorang, tidak mudah untuk hidup di planet asing. Sejauh mata memandang tanpa ada tanda – tanda kehidupan sedikitpun, sedikit banyak membuat Mark stress, walaupun pada dasarnya dia adalah sosok orang yang positif dan optimistis. Banyak hal yang membuat saya tertawa di film ini, karena sosok Mark memang digambarkan bahwa ia humoris. Karena sosoknya itulah makanya dia mampu bertahan. Walaupun memang, kesulitan bertahan hidup di Mars membuat ia sedikit demi sedikit berubah menjadi sosok yang lebih getir. Beruntung Mark mampu mencari cara berkomunikasi dengan bumi sehingga dimulailah operasi penyelamatan diri Mark.

Banyak orang berkata bahwa Mark terlalu ngebanyol. Bahwa film ini lebih terkesan kurang serius untuk menggambarkan kesulitan hidup Mark di belahan planet lain. Kalau saya melihat dari sisi yang berbeda. Mark adalah Mark. Dia astronot. Untuk menjadi astronot, dia tidak mungkin hanyalah sembarang orang. Orang – orang terpilih sajalah yang bisa ikut dalam misi yang sedikit banyak mempertaruhkan nyawa tersebut. Selain itu, Mark juga memiliki sifat positif yaitu dia humoris dan pantang menyerah. Dalam hal ini, saya melihat bahwa penulis dari cerita film ini ingin memberi kita nasihat bahwa kesulitan dalam hidup, apapun itu, hadapilah dengan sifat positif. Jika si Mark orangnya gloomy, suka menggerutu, dan selalu berpikiran negatif, saya rasa dia tidak akan terpikir untuk mencari cara bertahan hidup lagi. Sifat humorisnya itulah yang menjadi penyemangat dirinya dalam menghadapi masalah dan kendala hidup selama berada sendiri di planet tersebut. Jika sifat itupun hilang dari dirinya, apa lagi yang tersisa untuk dia saat berada sendiri di sana?

Film yang menarik dan sayang untuk dilewatkan.

2015-10-15 00.41.01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s