Bale Raos, Yogyakarta

Gw punya temen, namanya Oki. Oki ini sering banget bilang ke gw untuk singgah ke tempat ini saat gw berkunjung ke Jogja. Alhasil saat gw mendapatkan kesempatan untuk datang ke Jogja, gw menolak mencoba yang lain sebelum gw datang ke tempat ini.

Bale Raos, terletak di dekat keraton Yogyakarta. Pertama kali masuk langsung terlihat tulisan Bale Raos Keraton. Pertama kali masuk, gw langsung jatuh cinta dengan tempat ini. Terlihat sekali ornamen Jawa yang khas dan musik gamelan mengiringi acara makan siang gw di sana. Mama gw berkata lirih, ”Tau gini mama tadi ga makan bakso.” ”Kan aku udah bilang maaaa =.= ”

Saat tiba disana, gelas gw diisi air putih dan diberikan sepiring kerupuk sebagai pembuka. Gw pun membaca buku menu dan memutuskan untuk memesan Nasi Golong Set yang terdiri dari nasi putih golong, jangan menir, pecal ayam, trancam sayuran, dan telur. Untuk minumannya gw memesan Beer Djawa dan Wedang Sereh. Untuk dessert gw memesan satu porsi Rondo Kepomo.

Nasi Golong Set pun datang. Sejujurnya untuk saya, nasi golong ini biasa saja. Jangan menir (menurut gw ini sayur yang di dalam mangkok) dimasak terlalu manis. Tetapi tekstur sayurnya masih berasa. Ayamnya agak susah dimakan dengan sendok garpu, lebih mudah kalau dimakan dengan tangan. Tapi sejauh yang saya rasa, makanan ini OK hanya saja tidak special.

2015-10-01 21.05.44

Nasi Golong Set

Yang special justru terletak pada hidangan minuman saya yaitu Beer Djawa. Minuman non alkohol yang terbuat dari rempah – rempah tradisional Indonesia ini mempunyai sensasi tersendiri saat meminumnya. Begitu pula dengan wedang sereh yang segar saat diminum di siang hari yang panas.

2015-10-01 21.05.28

Beer Djawa

2015-10-01 21.05.57

Es Wedang Sereh

Yang special lagi adalah dessert yang merupakan makanan penutup favorit dari Sri Sultan HB IX. Ini worth to try. Harus dicoba. Rasanya manis dan lembut di lidah menjadikan ini salah satu dessert yang akan gw pesan lagi saat gw datang berkunjung lagi ke Bale Raos.

2015-10-01 21.06.08

Rondo Kepomo

Hari saat gw berkunjung, cukup banyak wisatawan mancanegara maupun lokal yang datang ke tempat ini. Mereka pun nampak menikmati hidangan yang dihidangkan di tempat ini.

Revisit? Nuansa tradisional, musik gamelan, makanan enak? Gimana gw bisa nolak???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s