The Voices

Gw ga terlalu suka film slasher. That kind of movie is not my cup of tea. Tapi gw suka sekali dengan film The Voices. Film ini berbeda dengan film slasher lainnya. Film ini mengajak gw merasakan ketegangan, kengerian, tetapi juga tersenyum melihat tingkah polos Jerry yang diperankan dengan sangat apik oleh Ryan Reynolds.

thevoicesposterlarge

Cerita dibuka dengan pengenalan sosok Jerry yang polos dan normal dibandingkan dengan rekan kerjanya yang lain. Ia adalah sosok yang ceria dan bersahabat dimana ia jatuh cinta kepada seorang gadis seksi dari Inggris dengan aksennya yang khas yaitu Fiona. Tapi sosok Jerry yang normal itu segera hilang ketika ia pulang ke rumahnya, dimana ia bisa berbicara dan berkomunikasi layaknya sesama manusia normal dengan anjing dan kucing (bahkan ikan) peliharaannya. Bahkan peliharaannya itu bisa memberikan nasihat kepada Jerry. Kucingnya yang bernama Mr. Whiskers selalu menuntun Jerry ke arah negatif, sedangkana anjingnya yang bernama Bosco menuntun Jerry ke arah positif. Di sisi lain, Jerry juga banyak bertemu dengan Dr. Warren yang merupakan psikiaternya, dimana kepada Dr. Warren lah Jerry banyak mengungkapkan perasaannya termasuk rasa sukanya pada Fiona. Tetapi Jerry juga menyimpan rahasia ‘kecil’ dari Dr. Warren, dimana ia tidak mengungkapkan percakapannya dengan Mr. Whiskers dan Bosco.

The-Voices-Trailer

Gw tidak akan banyak membocorkan isi film ini. Yang pasti film ini dimulai dengan manis sampai akhirnya film ini berubah menjadi film slasher. Atmosfer aneh lucu menyenangkan yang ditampilkan oleh sang sutradara yaitu Marjane Satrapi sungguh sanggup menghibur gw sehingga gw menontonnya hingga keempat kali pada bulan Agustus 2015 lalu saat perjalanan dari Hong Kong menuju Vancouver.

Dari segi akting, gw sangat menyukai akting dari Ryan Reynolds. Dia mampu membawakan ekspresi polos seorang anak – anak. Dia juga mampu menyuguhkan ekspresi orang yang mengalami penyakit mental. Dan jangan lupakan ekspresi culun (dalam segi positif) yang ditampilkannya di sepanjang film ini. Betapa menyakitkannya melihat Jerry yang membunuh bukan demi kesenangan tetapi karena keinginan dia untuk lari dari kenyataan.

Akhir yang satir tetapi pas sekali untuk film ini. Jangan lupa dengarkan lagu penutupnya yaitu Sing A Happy Song yang pernah dibawakan oleh The O’Jays dan sekarang dibawakan ulang oleh Ryan Reynolds, Gemma Annerton, Anna Kendrick, dan jajaran pendukung dari film the Voices ini. Dari sana kita bisa melihat bahwa sebenarnya Jerry hanyalah anak kecil yang polos terjebak dalam trauma dan tubuh orang dewasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s