Pixels

poster

Kangen nggak sama game tahun 80 an? Gw sih kangen banget lho. Terutama Mario Bros. Mario Bros itu game wajib gw kalau main Nintendo. Gw ga pernah bisa move on dari tukang ledeng ini.

Karena kangen itulah, semenjak ga sengaja menonton trailer film Pixels, gw merasa ga sabar menonton film yang satu ini. Apalagi di dalamnya ada Adam Sandler. Gw masih inget tuh si Adam Sandler di film 50 first date yang romantis atau kalau ngga di film Click yang mengajarkan banyak hal.

Lalu bagaimana dengan film Pixels ini?

Kita akan diajak berkenalan dengan Brenner, Cooper, dan Ludlow. Tiga orang yang memiliki keahlian bermain dingdong. Keahlian bermain dingdong ini membawa Brenner hingga ke tingkat nasional, sayangnya dia kalah dengan Eddie saat bermain game King Kong. Kekalahan ini membuat Brenner trauma dan membuat dirinya merasa menjadi pecundang seumur hidupnya.

Waktu berlalu dan Brenner menjadi pegawai instalasi barang elektronik, Cooper menjadi presiden Amerika, dan Ludlow menjadi pecinta teori konspirasi. Tapi mereka tetap sama – sama menjadi pecundang. Brenner tidak percaya diri dengan hidupnya karena dibayangi kegagalan masa lalunya, Cooper menjadi presiden Amerika yang diolok – olok dan tidak didukung rakyatnya, serta Ludlow yang menjadi produk salah asuhan neneknya.

4

Siapa sangka bahwa perjalanan hidup mereka berubah saat negara api menyerang? Eh salah… Sejak alien yang mengubah bentuk mereka menjadi permainan game 80an menyerang dunia?

Walau merasa cukup excited dengan kemunculan film ini, gw pribadi tidak memasang ekspektasi yang tinggi untuk film ini. Jujur gw masih trauma dengan ekspektasi gw dengan minion. Maka dari itu, gw cukup datang ke bioskop dan menonton film ini dari sisi pencari hiburan saja. Premis yang menarik sayang kurang dieksekusi dengan baik, walau begitu film ini cukup menghibur untuk ditonton menghabiskan malam minggu.

Adam Sandler tetaplah Adam Sandler. Dengan leluconnya yang serasa tidak pernah beranjak dari tempatnya. Jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi. Filmnya jangan dinalar. Pokoknya jangan. Cukup dinikmati saja.

Kelebihan film ini ada di efek visual dimana tokoh game tahun 80an dihidupkan dengan baik. Senang rasanya melihat Pacman berlarian di jalanan.

20150807_112251

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s