Negeri van Oranje

Negeri Van Oranje!

Dari judulnya aja udah ketahuan kalau buku ini ga jauh – jauh ama negara di Eropa sono. Belanda, sebuah kota di Eropa yang membuat gw penasaran karena dari jaman sepupu gw masih sekolah di sana, dia udah berkali – kali suruh gw pegi ke sana. Tapi ternyata sampai sekarang pun gw masih belum berangkat ke Belanda. Padahal kalo nonton The Fault in Our Stars, gw merasa jatuh cinta dengan kanal – kanal dan pemandangan di sana. Take me to Netherlands, please… Biar gw berbaring di antara bunga – bunga tulip (sorry bagian ini ga penting sih…)

OK, cukup intermezo ga penting dari gw, mari kita masuk ke bagian bukunya.

cover lama

cover baru

Empat penulis yang memiliki empat watak, empat sifat, dan empat pemikiran digabungkan menjadi satu buku yang memiliki lima tokoh, lima watak, lima sifat, dan lima pemikiran. Heran gw kok bisa ya? Dari satu bab menuju ke bab lainnya, tidak nampak adanya perbedaan gaya penulisan, yang jelas terlihat hanyalah perbedaan karakteristik dari kelima tokoh dalam buku. Padahal yang nulis kan empat orang.

Pertama kali gw tahu novel Negeri van Oranje tentu saja karena Gramedia lagi. Tapi gw ga pernah beli bukunya. Sebenarnya gw tertarik. Berkali – kali tangan gw hampir meraih buku ini, tetapi gw letakkan lagi. Sampai akhirnya gw ngelirik instagramnya Arifin Putra. Doi lagi syuting Negeri van Oranje. Nah dari instagramnya Arifin Putra lah gw akhirnya menguatkan tekad mengambil buku ini di deretan rak buku Gramedia. Setelah gw membacanya, gw pun berpikir,”Kenapa ga dari kemaren – kemaren gw ambil buku ini!?”

Lucu sekali bahwa kelima tokoh dalam buku ini dipertemukan bukan di ruang kelas, melainkan di stasiun kereta api karena insiden badai dan kebutuhan akan rokok serta kesamaan bahasa ibu. Pada akhirnya mereka berlima walau tinggal di kota yang berbeda, tetapi menjalin persahabatan yang erat walau mereka tidak memiliki kesamaan karakteristik. Kelima tokoh tersebut yang terdiri dari empat cowok dan satu cewek pada akhirnya harus menghadapi krisis dalam persahabatan dan kehidupan mereka.

Takdir membawa mereka ke berbagai jalan dan dibutuhkan kekuatan dalam diri mereka untuk menemukan jawaban akan apa yang seharusnya mereka lakukan untuk masa depan mereka. Takdir menuntut mereka agar memiliki kepribadian yang kuat di negeri yang jauh di sono, jauh dari orang tua dan bala bantuan di saat terdesak. Novel ini menggambarkan bagaimana kebutuhan seseorang akan pertemanan di saat berada di negeri asing dan juga bagaimana kehidupan yang tidak mudah bisa membentuk watak dan karakteristik seseorang.

Hal yang menarik dari novel ini adalah terdapat tips – tips tinggal di Belanda. Lalu cara penggambaran mereka akan satu tempat ke tempat lain juga membawa imajinasi gw melayang dimana gw lah yang berada di Belanda dan seakan – akan bisa membayangkan tempat yang mereka kunjungi di sana. Walaupun sekali lagi, gw belum pernah pergi ke Belanda. Lalu di bagian akhirnya juga terdapat cuap – cuap penulisnya yang ketika gw baca, membawa gw mengenang isi buku ini lagi karena mereka benar – benar menuangkan kehidupan mereka di Belanda dan diolah menjadi lima tokoh fiktif dengan berbagai pengalaman di dalamnya.

Rasanya tidak adil jika gw membocorkan terlalu banyak isi dari novel yang menarik ini. Yang pasti novel ini akan difilmkan segera, dan gw ga sabar untuk nonton filmnya.

Inspiring!

Feeling gw sih Abimana Aryasatya jadi Wicak
Arifin Putra jadi Geri
Tatjana Saphira jadi Lintang (ya iyalah…)
Ge Pamungkas jadi Daus

Chico Jericho jadi Banjar 

Gw belum nyari info tentang filmnya sih. Biarlah filmnya menjadi surprise buat gw :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s