KDP

Hari ini gw lagi mau bikin postingan yang rada serius nih. Soalnya gw belakangan sedang banyak membaca tentang KDP alias Kekerasan Dalam Pacaran.

Masa – masa pacaran itu memang masa yang paling menyenangkan dan selalu manis untuk dikenang. Masa – masa dimana kita mengenal pasangan masing – masing. Sayangnya masa – masa pacaran yang seharusnya indah itu ga dialami semua orang.

Miris banget sebenarnya, sesudah Kartini memperjuangkan kesetaraan pria dan wanita, kita sebagai perempuan masih aja rela diperlakukan sebagai samsak tinjunya oleh makhluk yang disebut laki – laki. Ga pantas ya rasanya seorang perempuan diperlakukan seperti itu. Hanya kadang perempuan itu sendiri ga pernah menyadari seberapa berharganya dirinya sehingga rela saja diperlakukan seperti itu.

Gw pribadi selalu memberi warning kepada laki – laki di sekitar gw dari jauh – jauh hari. Gw tidak bisa seenaknya dijadikan samsak tinju oleh mereka. Lagian bagi gw pribadi, orang tua gw aja ga  pernah lho sembarangan memukul gw. Bahkan seumur hidup rasanya tidak sekalipun orang tua gw pernah mukul gw. Kenapa gw harus membiarkan seorang laki – laki yang kalau boleh dikatakan tidak gw kenal selama orang tua gw, yang rasa cintanya pun belum tentu sebesar orang tua gw (ya kalau udah KDP sih berarti kaga cinta ye!?) , mukul gw? Gw pribadi pasti akan berontak.

Sayangnya bagi beberapa perempuan, mereka malah membela si kaum laki – laki yang melakukan kekerasan terhadap mereka. Mereka tidak membiarkan seorang pun berkata buruk tentang pasangan mereka.Gw ga pernah mengerti alasannya sih? Apakah takut ditinggalkan oleh si laki – laki? Menurut gw seharusnya kita tumbuh sebagai pribadi perempuan yang tangguh. Kita harus sanggup berdiri di atas kaki sendiri, tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang baik. Memiliki kehidupan yang sehat dan tidak sepantasnya menjadi korban dari mereka.

Gw merasa miris sekali sih. Seorang perempuan harus menyadari bahwa dari tubuh mereka bukanlah bahan siksaan bagi kaum laki – laki. Kalian terlalu berharga untuk disia – siakan seperti itu.

Jadi, bukankah sudah saatnya kita sebagai perempuan mengangkat kepala dan membela diri dari pasangan yang melakukan kekerasan terhadap kita?

sumber gambar : http://magdalene.co/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s