Book Review : MAFALDA

Politik? Kita pasti sering mendengar kata – kata ini dalam kehidupan sehari – hari. Saya inget banget apa yang selalu teman saya katakan bahwa dalam politik, tidak ada yang namanya teman abadi maupun musuh abadi. Yang ada hanyalah kepentingan abadi.

Saya ga akan membahas lebih jauh mengenai hal perpolitikan karena saya juga bukan orang yang berkompeten membahas masalah ini. Tapi saya mau membahas mengenai salah satu komik yang isinya bermuatan politik, digambarkan dengan cerdas dan menghibur tapi sangat kritis oleh seorang kartunis Argentina bernama Joaquín Salvador Lavado atau terkenal dengan nama pena Quino.

Diceritakan tokoh utama dari komik ini adalah Mafalda, seorang anak kecil berpipi bulat yang sangat kritis dengan keadaan di sekelilingnya. Mafalda ini pun merupakan kritik kecil dari penulisnya mengenai keadaan di negaranya pada masa itu. Perlu diketahui bahwa Mafalda terbit pertama kali di tahun 1964 dan berakhir di 1973 dimana keadaan ekonomi politik dunia yang hanya berpihak beberapa golongan.

Mafalda ini bacanya susah susah gampang ya. Setiap karakter memberikan pandangan politiknya sesuai dengan sikap masing – masing. Contoh paling gampang adalah Susanita, yang merupakan sahabat Mafalda. Tersentil sekali melihat sikap Susanita yang menjungjung tinggi feminisme yang terkadang tidak pada tempatnya. Melihat Susanita, saya jadi terpikir kepada beberapa perempuan yang berkoar – koar mengenai kesenjangan pria dan wanita tetapi kalau lagi muncul hal – hal yang tidak enak, mereka berkata laki – laki yang harus maju. Atau Manolito yang selalu berkonsentrasi pada bisnis, bisnis, bisnis. Manolito merupakan gambaran bagus untuk kapitalisme. Saya memberi dua contoh Susanita dan Manolito karena mereka berdua adalah tokoh yang paling berkesan untuk saya, selain Mafalda tentunya.

Saya jadi teringat ketika itu saya mengepost foto komik Mafalda saya di Instagram, dan teman saya yang bernama Carlos yang berasal dari Cili kaget bahwa Mafalda juga diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Hebat, kata Carlos. Dia tidak menyangka komik ini begitu terkenal. Dan juga saya ingat teman saya asal Spanyol, yang bernama Vero, terkejut juga mengetahui ada komik Mafalda dalam bahasa Indonesia.

Saya rasa bahwa Mafalda adalah komik yang satir, menyentil, kritis, namun menarik untuk diikuti. Lucunya bahwa sindiran Mafalda atas kemelut dunia yang terjadi pun masih terjadi di dunia hingga saat ini. Bahkan di Indonesia juga.

Selamat membaca.

[Something useful]

Teacher: “My mom pampers me. My mom loves me.”
Mafalda: “I’m happy for you, Ms. I see you have a wonderful mother.”
Mafalda: “Now, please, can you teach us something important?”

[Infinity]

Mafalda: “Here I go, to infinity!”
Mafalda: “Here I go, to infinity!”
Mom: “I’m warning you, Mafalda. My patience has limits.”
Mafalda: “So does infinity.”

[This is a stick up!]

Mafalda and Felipe: “This is a stick up!”
Manolito: “Ms., if you don’t like the prices, you can shop somewhere else!”
Manolito: “Sorry, it’s the habit.”

[Youth]

Man: “Changing the world! Ha! Kids’ stuff!”
Man: “I, too, had such ideas when I was young, and now you see…”
Mafalda: “We’re doomed, guys! It turns out, if we don’t hurry up and change the world, the world changes us!”

[Women]

“Mom, what future do you see for that women’s liberation moveme… no, nothing, forget it.”

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s