Stay With Me Tonight

Yak kemarin gw selesai membaca buku ini. Kategori nya memang dewasa karena banyak melibatkan bed scene hahaha. Selain itu, konflik di buku ini juga lebih cenderung ke pemikiran orang dewasa sih. Bacaan ringan yang cukup berat untuk dicerna. Karena hidup tidak semudah satu, dua, tiga ūüôā

Gw baca dari jam 7.30 an sampe jam 8 malam. Lalu gw dijemput ama tmn gw buat makan & nongki – nongki di PI. Pulang jam setengah 11 gw langsung lanjut lagi ampe jam 12 malam, kelar deh baca ni buku.

Blurb

Mereka bilang hubungan di atas tempat tidur dan cinta itu dua yang berbeda. Katanya lagi hubungan intim bisa dilakukan dengan ataupun tanpa cinta.

Dengan cinta? Bullshits…!

Cinta itu hanya ada di cerita dongeng belaka,¬†setidaknya itu yang kupercaya sampai aku bertemu dengannya….

Mungkin pertemuan kami diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga pada dasarnya dua orang yang sama-sama terluka tidak seharusnya bersama.

Pada akhirnya kami harus mengakui kalau kami adalah dua orang yang salah untuk satu sama lain. ~ Ayu ~

Review

Hei, I love this book. Simple, karena di dalam buku ini ada pesan yang tersirat. Membaca buku ini membuat gw berpikir ulang, apakah jika suatu hubungan dimulai dengan salah, maka ia akan berakhir dengan salah juga? Sejujurnya buku ini dimulai dengan agak lambat tapi ke belakang alurnya semakin cepat. Inilah yang membuat gw ga bisa lepas dari buku ini sampai selesai membaca. Suatu kisah terkadang berakhir dengan bahagia. Bagi yang kurang beruntung, ia akan berakhir dengan menyakitkan. Gw rasa kisah cinta seseorang tu bukan hal yang mudah.

Nah dalam cerita ini, belum tentu suatu hubungan yang dimulai salah harus berakhir dengan salah dan belum tentu suatu hubungan yang dimulai dengan benar akan berakhir dengan benar. Kita tidak bisa menggeneralisasikan hidup menjadi seperti itu.

Entah kenapa ketika membaca buku ini, gw jadi inget satu buku yang gw baca. Gw lupa judulnya. Tapi di sana gw mendapatkan satu bagian yang menurut gw sungguh dalem. Gw bingung menerjemahkannya ke dalam kata Рkata, tetapi intinya adalah misalnya lo pacaran 10 tahun dan temen lo pacaran 1 tahun, belom tentu pas putus, lo yg 10 tahun akan lebih tersakiti daripada temen lo yang cuma pacaran 1 tahun. Bisa jadi yang pacaran baru 1 tahun itu perasaannya lebih terluka daripada lo yang udah 10 tahun. Sebenarnya ga ada hubungannya ama cerita dalam buku ini sih. Tapi entah kenapa membaca halaman demi halaman di buku ini mengingatkan gw mengenai cerita itu.

Satu hal yang gw pelajari dari buku ini adalah, kita mungkin mencintai seseorang, tapi logika juga harus dipakai. Worth it kah hubungan itu kalau kedua belah pihak sudah saling menyakiti satu sama lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s