Catching Fire & Mockingjay – The Hunger Games Trilogy

Ini post dari blog lama gw. Pas itu gw menulis soal ini setelah keki banget baca buku Mockingjay. Sebenernya di blog lama gw isinya lebih banyak mengenai acara makan – makan gw. OK rakus gw mengerti. Tapi yah saat itu gw memang menikmati sekali hidup dikelilingi makanan – makanan. Hahaha. Nah ini post perdana gw di salah satu blog lama gw. 

sebagai post perdana di blog ini, saya mau menulis review tentang salah satu buku yang bikin saya jatuh hati sekaligus keki setengah mati. The Hunger Games trilogy.

Jadi Hunger Games ini terdiri dari 3 buku, yaitu : Hunger Games, Catching Fire, dan Mockingjay. Saya bisa suka sama buku ini gara – gara nonton film yang diadaptasi dari buku kedua, yaitu Catching Fire. Memang saya ga jelas banget deh nonton filmnya loncat gitu hahaha.

Setelah menonton Catching Fire (saya nontonnya di Guangzhou, demi mendapatkan pengalaman nonton di bioskop China yang kurang menyenangkan untuk dibagikan di sini juga :p sekaligus menemani dua orang teman saya si kakak adik) saya jadi jatuh cinta sama ceritanya. Makasih untuk kakak adik yang sudah ngajak saya nonton ini film ya 🙂

Saat kembali ke Indonesia bulan Desember lalu, mulailah saya berburu novelnya. Rencananya saya mau baca seri nomor 1 dulu yaitu Hunger Games. Eh, ternyata bukunya susah dicari. Mau ga mau saya baca nomor 2 dan 3 nya dulu, yaitu Catching Fire dan Mockingjay. Setelah dengan susah payah menyelesaikan seri kedua dan ketiga Hunger Games ini (saya bilang susah payah karena begadang hehehe~), saya akhirnya jatuh cinta dan benci setengah mati ama ni buku hahaha…

Mari kita mulai dengan buku kedua dulu. Si Catching Fire. Jadi ceritanya, si Katniss ama Peeta kan menang tuh Hunger Games. Akhirnya kehidupan mereka membaik. Tapi si Presiden Snow yang ga suka ama “pemberontakan” yang Katniss lakukan di Hunger Games akhirnya menyebabkan si Katniss ama Peeta harus bertarung lagi di Hunger Games. Loh kok bisa? Baca sendiri bukunya ya. Ga seru dong kalau saya bocorkan di sini.

Buku kedua ini miris sih bacanya. Banyak tokoh yang dikorbankan (walau ga sebanyak buku ketiga yah). Dan ada twist di akhir buku kedua ini. Tokoh Katniss yang walaupun pemeran utama tapi saya kurang suka karena suka galau ma gamang ga jelas. Saya lebih suka si Peeta Mellark. Peeta memang super baik. Saya suka cowok baik (sekedar informasi… OK saya tahu sih informasi ini ga penting. Maaf…)

Presiden Snow, seperti biasa jahat. Dia menyerang mental Katniss terus – terusan bahkan sebelum Hunger Games dimulai. Hunger Games nya sendiri cukup spesial dengan tokoh – tokoh yang dihadirkan. Monggo dibaca sendiri siapa saja tokoh – tokoh yang muncul di Hunger Games kedua ini🙂

Hunger Games Trilogy : Catching Fire 4/5

Nah mari kita masuk ke buku ketiga Hunger Games, yaitu Mockingjay.

Saya bingung mau nulis resensinya. Soalnya tar bocor dong akhir buku keduanya hahaha. Maka saya tulis singkat saja. Katniss ikut berjuang demi melawan Capitol. Pemberontakan terjadi di mana – mana. Peeta disiksa dan dijadikan objek percobaan yang malah membuat dia membenci Katniss dan ingin membunuhnya.

Kesan setelah saya baca buku ketiga ini, sesungguhnya saya cukup kecewa sih. Akhirnya membuat saya berpikir “Begini doang? Gw baca ampe begadang dan akhirnya begini doang?” Jujur bagi saya akhirnya mengecewakan sekali. Dan saya sangat tidak bahagia melihat nasib Peeta yang harus melupakan rasa cintanya ke Katniss. Tapi berubah bagaimanapun si Peeta, saya tetap menyukai dia 🙂

Jujur banyak kekecewaan yang sukar diungkapkan saat membaca buku ketiga ini. Saya berharap akhir yang lebih baik daripada ini. Tapi yah apa boleh buat. Saya terima dengan akhir yang dibuat oleh penulis buku ini (walau kecewa). Karena sejujurnya walau agak spoiler, buku Mockingjay ini membuat sosok Katniss bukan apa – apa lagi. Dia hanya sebagai simbol, tapi ga beraksi. Dia dipaksa ‘mati’ di buku ketiga ini. Jadi sosok Katniss sejujurnya terasa kosong dan kurang bermakna. Sayang sekali sosok Katniss harus dimatikan, padahal selama di buku dua, Katniss digambarkan sebagai pejuang.

Hunger Games trilogy : Mockingjay 1/5

Jujur saya masih terus – terusan merasa sakit hati kalau mengingat cerita Mockingjay. Tapi yah bolehlah buku ini dibaca untuk melengkapi rasa penasaran akan akhir Hunger Games ini.

Gambaran secara garis besar, buku ini bagus (jangan ingat akhir cerita ketiga. Jangan ingat!).Penulisnya pintar, dy menggambarkan banyak hal di buku ini. Pemberontakan melawan kesewenang – wenangan orang – orang berkuasa, kehidupan masyarakat yang idealisme negaranya adalah komunis, hal yang dibahas Finnick di buku ketiga saya rasa sih sedikit mengutip kehidupan Marilyn Monroe ya hahaha…

Saya ga bisa cerita banyak. Yang pasti kalau suka sejarah, hal – hal yang berhubungan dengan idealisme suatu negara, buku ini bercerita banyak dengan cara yang cukup menyenangkan.

Buku satunya lagi in progress buat nyelesein nih. Buku satu ini ga bisa saya dapatkan di Jakarta. Saya harus melanglang buana (lebay~) sampai Yogyakarta dulu baru bisa nemu buku pertamanya yang sepanjang saya baca sampai saat ini lebih menarik daripada buku ketiganya. Semoga reviewnya cepat menyusul ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s