Perahu Kertas – Dewi “Dee” Lestari

Berhubung kerjaan gw udah kelar

Data sudah diinput, voucher sudah dibuat, semuanya sudah disesuaikan… Daripada gw bengong menatap spider solitaire lagi dan pikiran gw melayang entah kemana… Mendingan gw nulis resensi lagi. Kali ini korbannya adalah buku dari Dewi Lestari alias Dee.

Sebenarnya, gw itu bukan fans nya Dewi Lestari lho. Soalnya buku – bukunya dia menurut gw berat ui. Tapi perahu kertas ini enak banget dibacanya. Jadi gw betah deh bacanya. Sore ini sebenernya gw galau mo nulis tentang buku apa ya. Terus mendadak keinget Bali. Eh Perahu Kertas syutingnya di Bali. Lalu mendadak di otak gw muncul lagunya Maudi Ayunda yang judulnya Perahu Kertas. Taulah… Soundtracknya film ini. Maka gw memutuskan bikin resensi buku ini aja. Lagian masih nempel di otak gw ceritanya.

Yuk mari dimulai…

tes

Judul: Perahu Kertas

Penulis: Dee alias Dewi Lestari

Penerbit: Bentang Pustaka

Status: boleh pinjem punya si bungsu. Rencana mo beli ah buat ngelengkapin koleksi.

Genre : Romance, Friendship

Blurb:

Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal, dan berantakan. Dari benaknya, mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.
Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya, mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu.

Dan kini mereka berhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan itu bersatu?

Akankah hati dan impian mereka bertemu?

Review:

Gw awalnya gak baca bukunya dulu lho. Sering lihat di Gramedia tapi gw lewatin aja. Abis kebanyakan bukunya Dee berat sih. Jadi ketika suatu hari si bungsu ngajak gw nonton filmnya, ya gw jabanin aja. Eh… Jatuh cinta ama ceritanya. Ah beginikah rasanya jatuh cinta lagi lagi dan lagi pada cerita yang sama #lebay.

1. First impression

Covernya lucu banget ya. Pertama kali pegang ini buku, rasanya kayak gandengan ama pacar pertama kali. Deg2an. :p Gw menyesal sekali kenapa baru sekarang gw baca buku ini. Tapi yah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali toh. Dan ga nyesal gw baca buku ini. Lebih baik daripada ekspektasi gw ternyata.

2. How did you experience the book?

Menurut gw, gw bisa belajar banyak dari sebuah buku. Buku bisa mengajak gw mengembara ke banyak tempat sesuai imajinasi gw. Saat membaca Keenan, gw merasa bisa melihat Nicholas Saputra. Saat beralih ke Kugy, gw merasa melihat.. Er~ Ga kebayang…

Tapi gw sangat menikmati lembar demi lembar yang gw buka. Bagaimana cerita ini bergerak membentuk kalimat – kalimat yang gw ikuti dengan penuh penghayatan 🙂 gw bisa merasakan perihnya, sakit hatinya, gembiranya, dan bahagianya. Saat selesai membaca buku ini, gw bisa menutup buku ini dengan senyum dan membayangkan Spongebob menggerakkan tangannya dan berkata “Imajinasi”. Buku ini membawa gw ke banyak emosi, banyak tempat, dan membuat gw tersenyum pada akhirnya.

Gw jadi suka ama lagu Karma Chameleon nya Culture Club.

3. Plot

Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaju

4. Main Idea/Theme

Tentang dua orang, pada awalnya mereka bersahabat, ternyata mereka saling jatuh cinta. Sayang karena sama – sama terlambat mengakuinya, mereka jadi dimainkan oleh nasib. Dibawa ke sini, dibawa ke sana, sampai mereka tiba di satu titik dan mengakui perasaan masing – masing. Memang cinta itu ada. Sayang ketika sampai di titik itu, mereka masing – masing sudah tidak bisa mundur lagi. Karena mereka berdua pun sama – sama tidak sendiri lagi. Ah dunia membuat cinta itu indah pada waktunya. Kalau mereka ga melewati banyak hal, mungkin akhirnya tidak akan seindah itu. Dan buku ini akan habis dalam 20 halaman. Kalau gw yang nulis mungkin malah bisa – bisa cuman jadi cerpen 3 halaman doang.

5. Quotes

Ah di buku Perahu Kertas ini banyak kata – kata yang dalem banget. Favorit gw adalah : ” Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh ”

Lebih lengkapnya sih itu adegan dimana Keenan balik ke Bali untuk menemui Luhde. Sayangnya Luhde pun akhirnya memilih melepas Keenan. Karena dia tahu bahwa Keenan mencintai Kugi. “Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”

Quotes berikutnya diambil dari Goodreads. Semua favorit gw juga. Tapi yang paling favorit ya yg gw tulis di atas itu.

“Aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”

“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.”

“Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.”

“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”

“Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan.”

“Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?”

“Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.”

“Perjalanan hati itu bukannya tanpa resiko.”

“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.”

“Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.”

6. Ending

Like what I’ve said before, gw menutup buku ini dengan senyum di bibir gw.

Baca ulang? Gw udah ga tau berapa kali gw baca ulang buku ini. Silahken disimpulkan sendiri hahaha…

Recommended? 1000% Yes!!!

Kadang, seseorang bisa maju lempeng tanpa hambatan kayak jalan tol (mohon jangan bayangkan jalan tol di Indonesia. Karena hanya di Indonesia jalan tol itu macet. Apanya yang bebas hambatan???) dan kadang ada seseorang yang harus berputar – putar dulu sebelum bisa mencapai mimpinya. Seperti gw kali ya. Makanya buku ini sangat membekas banget bwt gw.

Eniweiiiiiii, buku ini ada dibuat filmnya. Judulnya Perahu Kertas juga. Yang main Maudi Ayunda dan Adipati Dolken. Ada Reza Rahardian juga. Itu yang penting. Kacau banget karena ngelihat tokoh utamanya sedih, gw ga sedih, tapi pas ngelihat Reza Rahardian sedih, hati gw seperti berbunyi krekkk … Ada yang patah ternyata :p

250px-PerahukertasposterfilmnyaSoundtrack film ini dinyanyikan oleh Maudi Ayunda, judulnya Perahu Kertas juga. Liriknya dalam. Gw suka banget.

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia

Dan kau ada di antara milyaran manusia

Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Silahkan ditonton filmnya. Buat gw novelnya lebih bagus tapi filmnya OK juga buat ditonton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s