Dicintai Jo – Alberthiene Endah + post dari blog lama

Alberthiene Endah dengan Lajang Kota nya banyak membawa gw memandang kehidupan di ibukota. Oh ada toh hal semacam ini. Oh hal semacam ini ternyata terjadi juga toh. Dan di umur gw yang ke 16 tahun, gw berkenalan dengan buku Dicintai Jo.

dcintai jo Judul: Dicintai Jo

Penulis: Alberthiene Endah

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2005 … Punya gw cetakan pertama lhoooooooooooo

Status: Boleh beli di Gramedia Pandanaran Semarang

Genre : Romance

Blurb:

Tangannya, yang kokoh tapi diselimuti kulit halus, menggapai lengan saya dengan sentuhan aneh.

“Ini lembaran press release punya kamu,” katanya simpatik, sambil menyerahkan lembar kertas tak penting itu.

Yang membuat saya diam beberapa detik adalah pandangan tajamnya. Yang tak pergi-pergi dari bola mata saya. Ia juga tidak menjauh. Sehingga saya bisa menangkap seluruh gambaran tubuhnya. Termasuk dua gundukan di dadanya. Astaga. Dia perempuan!

“Nama saya Jo…” Suaranya bariton.

Kemudian hari-hari saya bergulir, mengantarkan “astaga” demi “astaga” lainnya. Mulanya saya terenyak.

Lalu berusaha memaklumi. Memahami. Semakin mengerti. Kemudian hanyut di dalamnya. Dia seperti udara yang menelusup begitu saja dalam relung hidup saya.

Dia perempuan. Saya perempuan. Kami bercinta.

Review:

Oh yah.. Mereka beneran bercinta dalam arti yang sebenar – benarnya. Bercinta fisik dan mental. Di usia gw yang ke 16 tahun saya dibukakan mata mengenai kehidupan lesbian di Ibukota melalui buku ini. Ternyata bukan cowok aja yang bisa sama cowok. Cewek juga bisa sama cewek. Baru tau gw… Maklum saat itu gw cupu banget ga ngerti apa – apa. Nah kembali ke buku lagi. Menarik. Seperti gaya penulisan Alberthiene Endah yang selalu bersemangat, gw juga bersemangat membuka halaman demi halaman buku ini. Ceritanya mengalir begitu saja. Dalam buku ini gw mendapat kesan bahwa Alberthiene Endah ingin mengajak kita bersimpati dengan kaum homoseksual. Tidak mudah hidup sebagai mereka. Bahwa mereka pun punya perasaan seperti kaum heteroseksual.

Yang gw ga suka dari buku ini adalah tokoh utamanya si Santi yang plin plan banget. Setelah tahu ternyata Erlangga gay, dia malah pengen balik ke Jo. Macam mana kau, Santi. Itu yang bikin saya sedikit males pas baca akhirnya sih. Tapi overall buku ini cukup menarik untuk diikuti kok.

Baca ulang? Buku Alberthiene Endah gitu lho.

Recommended? Apakah perlu dijelaskan lagi?

OK, ini lucu karena gw secara ga sengaja menemukan blog lama gw. Dan ada tulisan mengenai buku Dicintai Jo juga. Maka gw rasa gw mau menyertakan tulisan di blog lama gw di sini.

mumpung lagi rajin nih nulisnya. Besok – besok belum tentu serajin ini hahaha.

Pulang – pulang ke Semarang, saya baca lagi buku – buku lama. Salah satunya Dicintai Jo ini yang sudah saya miliki sejak tahun 2005. Alberthiene Endah ini salah satu penulis favorit saya lho. Dia cara menulisnya enak dibaca. Bahasa nya juga fun. Saya sudah punya beberapa bukunya, yaitu : Cewek Matre, Dicintai Jo, Jodoh Monika, Nyonya Jet Set, I Love My Boss, Selebriti. Tapi entah kenapa rasanya belakangan dia udah ga keluarin buku lagi ya? Padahal novel MetroPop dari Alberthiene Endah ini bagus – bagus lho.

OK, dari membaca buku – bukunya ALberthiene Endah ini, saya mencapai satu kesimpulan bahwa dia itu suka beredar di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Ga percaya? Baca aja bukunya hahaha. Dia bakal banyak membawa lokasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan dalam buku – bukunya.

Kembali ke pokok bahasan. Dicintai Jo itu membahas tentang salah satu topik mengenai lesbian. Walau topiknya cukup kontroversial, Jeung Alberthiene ini bisa membawakannya dengan baik. Malah saya bilang, dibalik temanya yang kontroversial, buku ini menarik.

Kita akan berkenalan dengan Mbak Santi Arifin, yang eksis di ibukota, tanpa bisa menaklukkannya. Siapa yang berani jujur bahwa ibukota kadangkala bisa sangat menakutkan? Saya salah satunya hahaha. Walau begitu, tenang saja. Ketakutan saya ga separah si Mbak Santi Arifin yang sampai ga pede dan harus menciptakan bayangan – bayangan dalam otaknya untuk bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.

Nah, si Mbak Santi ini berkenalan dengan seorang ‘cewek’ yang bernama Joyce, atau panggil saja dia Jo. Jo menyuntikkan kepercayaan diri kepada Santi yang selama ini dihantam masalah krisis percaya diri. Santi jadi berani bermimpi. Santi jadi berani mencintai lelaki yang awalnya dianggap jauh dari rengkuhannya. Tapi Santi lupa, walaupun si Jo ini seorang lesbian, dia tetap punya hati. Apakah akhirnya si Santi akan bersatu dengan cowok impiannya? Atau malah jadian sama si Jo? Baca sendiri ya bukunya.

Saya udah punya buku ini sejak tahun 2005. Udah lama ya. Sekarang kalau ga salah sih udah muncul cover terbarunya. Ini salah satu buku favorit saya lho. Mbak Alberthiene emang pintar membuat pembacanya jatuh cinta dengan tokoh – tokohnya. Bukan! Saya bukan lesbian! Tapi saya respek dengan tokoh Jo karena pengorbanan dia, kisah hidup dia, dan satu hal lagi bahwa lesbian juga punya perasaan. Jangan pernah dekatin mereka kalau kalian cuma mau memanfaatkan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s